Wawancara Visa Selesai, Tinggal Menunggu

SETELAH tiga hari menghilang dari kantor, pagi ini saya kembali muncul di Graha Pena Batam. Kepergian ke Jakarta, sih, sebenarnya untuk urusan di luar kantor. Namun, setelah dapat izin dari pimpinan dengan alasan ngurus Visa Amerika di Kedubes AS Jakarta, Senin lalu saya bertolak ke Jakarta.

Asyiknya, untuk kepergian ke Jakarta ngurus visa, semuanya tetap dalam tanggungan pihak Kedubes AS. Mulai dari tiket Batam-Jakarta (PP) sampai hotel di bilangan Menteng, mereka yang tanggung. Namun, baru tiket yang mereka bayar langsung ke travel. Kalau kamar hotel sih, harus ditalangi dulu pakai uang sendiri. Katanya nanti diganti pas waktu akan berangkat ke Amerika via Singapura dan Jepang.

Eh, ternyata, ngusus visa Amerika itu tidak begitu susah. Tapi, banyak juga yang bilang susah. Mesti antre, mesti appointment dulu, ngisi formulir, and so on, and so on…

Tapi, baiklah, sekadar berbagai pengalaman, saya ingin menceritakan proses pengurusan visa secara singkat. Ini untuk katagori orang yang diundang pihak Amerika, seperti saya lo. Artinya, bagi yang mengurus secara independen, prosesnya mungkin akan sedikit lama.

Awalnya, saya diminta mengisi sekitar 8 sampai 10 lembar formulir. Itupun lembar isiannya sudah dikirimkan melalui faks oleh staf Public Affair Kedubes AS di Jakarta. Bagi orang kebanyakan, permohonan visa bisa dilakukan dengan mengunjungi situs tertentu, lalu diisi. Ini, sekali lagi karena undangan, proses yang saya lalui lebih mudah.

Kemudian saya diminta mempersiapkan dua lembar foto ukuran 5×5 cm. Nah, urusan foto ini, agak ribet juga, sebab, di Batam saya tidak tahu apakah ada studio foto yang biasa membuat foto untuk Visa Amerika. Yang jelas, oleh staf Kedubes, saya diminta berfoto di sebuah studio di Jalan Sabang Jakarta. Makanya, setelah mendarat di Soekarno-Hatta, saya langsung minta diantarkan ke studio tersebut ke supir taksi.

Setelah menunggu foto selesai dicetak sekitar 25 menit, saya langsung ke Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, 3-5, Jakarta. Di sana, tentu tanpa harus antre layaknya pemohon umum, saya dipersilakan langsung masuk ke areal Kedubes. Saya langsung menelpon staf Public Affairs Kedubes AS, Ibu Reni. Setelah diperiksa barang bawaan saya, karena dari airport saya langsung ke studio foto dan ke Kedubes, saya diajak Bu Reni ke dalam. Di sana, di sebuah meja yang tersusun memanjang, saya diminta melengkapi berbagai data yang belum lengkap serta menyerahkan foto dan paspor.

Keesekoan harinya, jadwal wawancara ditentukan pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, saya sempatkan menemui beberapa teman yang mengikuti pertemuan para pemimpin redaksi Grup Jawa Pos, dari seluruh Indonesia, di Novotel Mangga Dua. Setelah “nebeng” makan siang, saya meluncur kembali ke Kedubes AS.

Di pintu masuk, masih diperiksa seluruh barang bawaan oleh security. Di pos masuk kedua, diminta meninggalkan HP dalam, keadaan off, logam, termasuk kamera dan benda yang terbuat dari logam. Barulah kemudian menuju ke ruang wawancara. Saya kembali ditemani Ibu Reni.

Di dalam, sudah menunggu dua teman lain dari TV One dan Metro TV. Mereka termasuk dalam satu grup dengan saya, selain dari Surat Kabar Fajar Makassar, yang belum bisa ikut wawancara visa, karena masih berada di Belanda.

Beberapa saat kami berbincang-bincang dengan dua orang staf Kedubes lainnya. Di antaranya yang masih saya ingat adalah Arooza, wakil atase pertukaran budaya dan pendidikan Kedubes AS. Wanita cantik itu belum lancar benar berbahasa Indonesia, namun lumayan membantu untuk saya yang belum lancar berbahasa Inggris, ha…ha…

Selanjutnya, kami dipanggil satu persatu untuk diambil sidik jari dan wawancara singkat. Sebenarnya, bukan wawancara, namun lebih kepada verifikasi data yang pernah kami isi di lembaran permohonan sebelumnya.

“Well, so, you’ll go to America with Departement of State it self?” tanya si pewawancara, seorang bule berusia 50-an tahun.

“Yes, Sir,” ucap saya.

“Good. And than, welcome back to them,” katanya. Maksudnya, urusan saya selanjutnya adalah berurusan dengan Deplu Amerika melalui Kedubes di Jakarta. Wawancara selesai. Sekarang tinggal menunggu visa, dan insya Allah, 22 Januari terbang lagi ke Jakarta untuk seterusnya ke Singapura, Jepang, dan Detroit, lalu Washington. ***

One Response to “Wawancara Visa Selesai, Tinggal Menunggu”

  1. mur Says:

    wah, menyenangkan. menambah catatan sejarah hidup.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>