Visit Batam, SMS Wali Kota dari Johor

Saya baru saja kembali dari Johor. Ketika mata ini membaca koran pagi, Senin (28/7): “Visit Batam Year 2010″ Diluncurkan, saya terpana. Lalu, di Harian Pagi Batam News, di rubrik Coffe Break saya baca pula: Logo Visit Batam 2010 Diluncurkan, Kalau Jalan rusak nanti jadi vijit Batam… Hm….

Dah lama tak membuka blog, banyak pesan masuk di shout mix. Isinya macam-macam. Ada yang cuma numpang kenal, numpang nampang, numpang ngetop (he..he..), sampai menawarkan download logo Visit Batam Year 2010 itu.

Nah, untuk yang terakhir, saya ingat ketika masih di Johor, Malaysia, tiga hari yang lalu. Saat itu, saya dan jurnalis dari berbagai negara di dunia sedang menunggu Flora Parade di Dataran Bandaraya Johor. Mirip parade bunga seperti di Pasadena, tapi tetap saja kalah canggih dan meriah. Karena Malaysia Tourism mengundang jurnalis dari berbagai negara di dunia, saya iseng-iseng ngirim SMS ke Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

“Aslm Pak Wako. Kami sedang mengikuti promosi wisata Malaysia di Johor. Mereka mengundang media seluruh dunia. Mestinya kita bisa belajar bagaimana mempromosikan Visit Batam Year 2010 dengan melibatkan media dan travel agent. Maaf, Pak, sekadar diskusi. Wass”

Lalu, Wako Dahlan menjawab, “Terimakasih atas masukannya Mr Candra, bagus sekali”.

Begitulah jawaban SMS dari Wako Batam. Saya memang tak mengharapkan jawaban spesifik, karena seorang wali kota tentulah teramat sibuk. Dia juga bukan pejabat teknis, sehingga saya hanya berharap SMS saya bisa menjadi masukan untuk diteruskan ke stafnya, Kepala Dinas Pariwisata Batam R Muchsin.

Ya, sejak beberapa tahun terakhir, Melaysia dan Singapura, memang getol mempromosikan pariwisata di negara mereka. Cara yang ditempuh dengan mengundang jurnalis dari berbagai belahan dunia, terutama dari negara-negara yang banyak mengirimkan turisnya ke negara mereka maupun yang potensinya besar masih bisa digarap. Kebetulan, saat saya dan teman-teman di Harian Pagi Batam News diundang ke Johor itu, ada pula jurnalis dari Amerika, Jepang, Korea, Laos, India, Pakistan, Spanyol, Singapura, Inggris, China, dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, jurnalis yang diundang hanya dari Batam, Jakarta, dan Bali.

Malaysia maupun Singapura cerdik. Mereka tak mau hanya membuang-buang duit misalnya dengan melakukan ekspo di negara lain. Sebab, dengan ekspo, dan membawa jumlah rombongan yang besar, sama saja memberikan dolar ke negara tujuan ekspo. Tapi mereka malah mengundang jurnalis dan travel agent, sehingga mereka hanya perlu mengeluarkan sedikit duit, dengan dua keuntungan: diekspos secara luas di negara si jurnalis dan mendapat promosi gratis dari para travel agent.

“Iya, Pak. Mereka rutin mengundang media dan travel agent di setiap iven yang digelar di sana. Mereka dapat dua: promosi dan ekspose. Lebih efektif daripada kita yang bikin iven ke luar negeri atau luar daerah. Trims, Pak”.

Begitulah SMS penutup saya ke Wako Batam tiga hari lalu. Sunguh, saya tak tahu bahwa launching logo Visit Batam Year 2010 di Stadion Temenggung Abdul Jamal itu bakal bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam. Sebab, dalam hemat saya, selain promosi, tentu yang tak kalah penting adalah fasilitas apa yang akan kita berikan pada para turis itu. Impresi apa yang bakal mereka dapatkan setelah mengunjungi Batam, kota seribu ruko ini?***

Catatan: soal hasil kunjungan ke berbagai tempat wisata di Johor, nanti akan dituliskan pada kesempatan lain. Sebelumnya, thank’s to: Malaysia Tourism, Danga Bay dari Iskandar, The Zon Regency Hotel, Pulai Beach and Resort Desaru, Harry Goh dan Zhaki dari Taman Buah Desaru, Tour Guide Ghino, and the driver Lan. Till we meet again.

Keterangan foto: salah satu atraksi wisata, saat Flora Parade 2008 di Dataran Bandaraya Johor Bahru, Malaysia (26/7/2008).

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>