Visit Batam “Omong Doang”

MOHON maaf kalau judul di atas terasa kasar. Bukan mau menyumpah-serapah perhelatan Pemko Batam itu, namun lebih kepada kritik konstruktif untuk pemegang kekuasaan kota ini. Sebab apa? Tahun 2010 tinggal hitungan hari, namun belum nampak kesungguhan Pemko Batam melalui Dinas Pariwisata-nya untuk menggesa pencapaian tahun kunjungan wisata tersebut. Celakanya lagi, masih subur pemikiran: tanpa tahun kunjungan wisatapun, Batam pasti akan ramai didatangi orang!

Yang ada sampai hari ini, baru sekadar pemaksaan kepada beberapa iven yang ada di sini bahwa itu adalah bagian dari Visit Batam 2010. Kesannya, asal tangkap saja dan tidak terencana. Setiap ada iven di mana saja, lalu Pemko “memaksa” pihak penyelenggara menempel logo tersebut. Padahal, belum tentu itu benar-benar disengaja untuk mendukung tahun kunjungan wisata dimaksud.

Sudahlah, tak usah kita terlalu berkhayal ingin menjadikan tahun depan sebagai tahun kunjungan wisata, kalau kita sendiri tidak benar-benar siap untuk mewujudkannya. Masih banyak pekerjaan lain yang menunggu untuk diselesaikan. Buang-buang waktu dan anggaran saja.

Contoh kecil saja, menertibkan taksi argo saja, susahnya minta ampun. Pemko terlalu takut dengan tekanan-tekanan berbagai pihak. Padahal, sebagai sebuah kota kecil, Pemko bisa saja menggunakan kekuasaannya yang dapat mengikat seluruh warga yang tinggal dan berusaha di kota ini. Tapi, karena ketakutan Pemko terhadap tekanan berbabagai pihak, menertibkan taksi argo saja sudah memakan waktu bertahun-tahun. Padahal, seperti tulisan saya terdahulu, transportasi, termasuk taksi, adalah wajah utama pelayanan sebuah kota wisata.

Tak usah pula kita bicara soal objek wisata. Penataannya saja sampai hari ini masih terkatung-katung. Ada banyak objek wisata, namun masih dikuasai dan diusahakan pihak swasta, yang notabene hasilnya akan masuk ke kantong mereka. Lihatlah resort, pantai, restoran, arena bermain, semuanya diakuasai oleh swasta. Sudah barang tentu hasilnya akan banyak masuk ke kantong swasta. Mungkinkah karena itu pula Pemko menjadi ogah-ogahan menjadikannya sebagai objek wisata unggulan? Bukankah retribusi bisa ditarik?

Seingat saya pula, entah sudah berapa kali rapat dilakukan antara Pemko dengan Batam Tourism Board (BTB), dan di antaranya diikuti oleh kalangan media. Banyak pendapat, banyak konklusi, banyak pula solusi, namun sampai saat ini baru sebatas konsep di atas kertas. Belum ada yang benar-benar dijalankan secara serius. Visit Batam baru sebatas keinginan Wali Kota Batam, namun belum menjadi keseriusan yang harus diejawantahkan. Baru sebatas keinginan, entah kelatahan, entah pula untuk gaya-gayaan. Buktinya, belum ada langkah yang bisa meyakinkan kita bahwa Pemko Batam serius menggarap hal ini. Istilahnya, maaf, masih sebatas “omong doang”.

Kini, tahun 2010 tinggal hitungan hari. Padahal launchingnya sudah dilakukan Febuari 2008 yang lalu. Akan tetapi, gema Visit Batam 2010 belumlah terasa. Masih sayup-sayup sampai. Dan ketika hal ini saya coba bicarakan dan tanyakan kepada berbagai pihak, mereka hanya menjawab sinis, “Mau disuguhi apa di Batam?”

Mohon maaf kalau tulisan kali ini agak keras dan terkesan skeptis. Sebab, yang saya tangkap memang baru sebatas itu. Bahwa keinginan menggelorakan Visit Batam 2010 baru sebatas kelatahan meniru-niru daerah lain. Kita belum sepenuhnya serius menggarapnya. Kita juga tidak serius mempersiapkannya. Soal objek wisata, sebenarnya kita punya. Banyak malahan. Tapi tetap saja belum terkelola secara baik. Pantai-pantai sudah banyak dikuasai oleh swasta. Pantai milik publik hanya satu-dua, itupun kondisinya masih merana. Dangau-dangau (bangunan tempat berteduh) yang dibangun sudah mulai keropos. Tidak dirawat.

Well, kita kadang memang suka latah. Kita latah menumpang iven apa saja sebagai kalender Visit Batam, sehingga terkesan dipaksakan. Kita masih kering ide. Atau, karena kelatahan itu, ditambah keringnya ide-ide, jangan-jangan Pilkada Gubernur Kepri tahun 2010 pun kita masukkan dalam kalender wisata Batam. Oalah!***

Catatan: tulisan ini sudah dimuat di rubrik Otak-otak Batam News (Rabu, 24/6).

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>