Tugas Menantang di Batam News
22 Jan 2008 (Jangan Baca) Tebar Pesona
Sejak 1 Januari 2008 yang lalu, saya dapat tugas “memperkenalkan” Koran Batam News ke masyarakat Batam khususnya dan Kepri umumnya. Tentu, bersama teman-teman yang sudah bergabung lebih duluan di sana, misalnya Pemred Rizal Saputra, Manajer Iklan Dewi Febsuri, Redpel Yunus “Yos” Suchari, KL Ery “Lalok” Syahrial, disain iklan Ricky yang menggantikan Ibenk, serta beberapa rekan di pemasaran, iklan, dan tentu saja redaksi. Kini, ditambah dengan dua tenaga baru di jajaran pimpinan, yakni saya dan Manajer Pemasaran/Pimpinan Perusahaan Ismanto. Yang terakhir bukan orang lama. Sudah malang-melintang di dunia perkoranan jalanan, he..he…
Saya katakan memperkenalkan pakai tanda kutip, karena memang, dari hasil survey oleh Ripos Group Divre Batam, untuk kawasan Batam, Batam News memang belum dikenal masyarakat secara luas. Kalaupun ada, belum merata. Padahal, konon Batam News pernah sangat dikenal, terutama waktu terbit sore, pas ketika heboh-hebohnya berita kecelakaan Mandala di Medan. Bahkan pernah mencapai oplah cetak fantastis, belasan ribu eksemplar.
Itupun karena waktu itu perekonomian Batam masih booming dan persaingan media belum sekeras saat ini. Koran grup Gramedia belum terbit. Saat itu pula Sijori Pos edisi sore sudah tutup. Jadi, sebagai koran sore dengan harga jual seribu rupiah, Batam News benar-benar menemukan moment yang pas.
Kini, meskipun saya masih menjabat Wakil Pimpinan Umum Bidang Redaksi dan IT Batam Pos, namun sejak tidak lagi merangkap sebagai pemred di koran tersebut per 1 Januari 2008, saya sudah tidak lagi ikut campur urusan redaksional. Bagi saya, meninggalkan redaksi Batam Pos ketika
pencapaian kinerja perusahaan tengah membaik, merupakan sebuah prestasi. Walaupun tak ada yang memuji, ha..ha..ha…Sebab, dalam sebuah penerbitan media massa, semuanya saling berkaitan. Iklan mengalir bukan saja karena kepiawaian para pencari iklan, namun juga karena kepercayaan pemasang. Kepercayaan akan datang kalau koran itu dipercaya masyarakat. Koran dipercaya tentu karena kualitas beritanya serta jaringan distribusinya. Jadi, tidak ada yang paling menjadi hero dalam sebuah perusahaan, termasuk perusahaan pers.
Inilah salah satu filosofi yang akan menjadi modal saya dalam usaha untuk lebih memperkenalkan Batam News ke tengah masyarakat Batam dan Kepri. Team work atawa kerja sama tim menjadi kunci semuanya. Sebagai koran kecil, tentulah Batam News perlu kerja keras, sosialisasi, meningkatkan kualitas, dan perlu display yang bagus di mana-mana tempat. Karena Batam News dihadirkan sebagai mitra Batam Pos untuk berhadapan dengan kompetitor, tentulah misi Batam News menjadi amat strategis. Bertarung di tengah pasar yang makin kompetitif adalah sebuah tantangan yang akan memacu adrenalin. Sehingga, dengan dukungan manajemen serta kerja keras seluruh teman-teman di Batam News, saya yakin koran ini kembali bisa bangkit. Insya Allah.***



Leave a Reply