tertawa-nyaringlah-lagi nak…
24 Dec 2007 seolah puisi
nak…
semalam kau mengigau
igau sebenar-benar igau
ibumupun tak bertanak
meski lambung ayah becekau
perutmu tak hendak melumat
karena sakitmu belum tamat
aku bingkas memelukmu erat
meski malam terasa lambat
di sini…
di rantau ini,
gelak tawa ceriamu
berdenyar…
celotehmu…
ba…ba…ba…
bu…bu…bu…
hu…..
nak…
meski terasa musykil
aku hendak mengumpat
mengumpat pancaroba ini
yang membuat nelayan tak berani melaut
dan menghempas lunas kapal penuh lumut
aku tahu salahku membiarkanmu
bermain ombak dan remis di pantai itu
sehingga…
kini kau tersadai di bilik yang dingin
nak…
tarik saja rapat-rapat selimutmu
tak usahlah menangis lagi
sebab aku sudah mereguk airmu
air yang membuncah ketika jarum-jarum jahanam itu menusuk nadimu
dan mengerat daging merahmu…
ibumu pun ‘tlah letih…
maka tertawa nyaringlah untuknya
untuk kesembuhanmu
untuk penawar luka batinku…
Kudedikasikan buat anakku, Naufal, yang terbaring di rumah sakit, semoga Allah SWT segera “mengembalikanya”.



Leave a Reply