Terima “Undangan Resmi” dari Kedubes AS

Hari ini, saya menerima “surat resmi” yang ditandatangani Dubes AS di Indonesia, Cameron R. Hume. Surat tertanggal 6 Oktober 2008 dan berkop Embassy of the United States of America itu, berisi “undangan resmi” kepada saya. Ditembuskan ke Pak Rida di Pekanbaru, sebagai CEO RPG. Saya katakan “surat resmi” karena sebelumnya saya sudah diberitahu oleh Konsul AS di Medan.

Saya lalu teringat bahwa saya belum sempat berkomunikasi dengan PO RPG Divre Batam sekaligus Dirut PT Sijori Interbintana, penerbit Batam Pos dan Batam News. Akhirnya, saya putuskan menulis email ini ke Pak Marganas.

Begini suratnya….

Yth. Pak Marganas
di
Tempat

Salam sejahtera.
Semoga kedatangan surat ini tidak mengganggu aktivitas Bpk. Semoga juga Bpk dalam keadaan sehat dan sukses selalu.

Setahun yang lalu, tahun 2008, saya berkenalan dengan Konsul AS di Medan, Sean B Stein, yang datang bersilaturahmi di ruangan saya (waktu itu masih Pemred Batam Pos) di lantai dua Graha Pena Batam. Kami terlibat diskusi yang amat menyenangkan. Awalnya saya tawarkan berjumpa teman2 lain, dia menolak. Katanya dia perlu diskusi ringan saja berdua dengan saya. Tidak formal.

Singkat cerita, dia menawarkan saya ikut testing International Visitor Leadership Program on Investigative Journalism ke Amerika, 24 Januari s/d 14 Februari 2009. Katanya, di sana bakal ke empat negara bagian dan melihat beberapa surat kabar.

Beberapa pekan kemudian, datanglah faks questioner yang harus saya isi. Tanpa beban, saya isilah daftar pertanyaan itu, lalu saya faks balik ke Medan. Sejak itu, saya tak berharap terlalu banyak, karena pesertanya biasanya sangat banyak dari seluruh Indonesia. Pastilah mereka lebih pantas dibanding saya. Beberapa bulan kemudian tidak ada kabar dari Konsulat.

Setahun berlalu, sampai akhirnya, tahun ini, 2009, saya ditelpon oleh Konsul dan menyatakan bahwa saya terpilih ke Amerika. Saya girang bukan main. Namun beberapa saat kemudian saya murung. Sebab, waktu saya ikut tes, posisi saya masih Pemred BP, namun kini tidak lagi. Ada keraguan, jangan2 saya lulus karena saya Pemred BP. Lalu, saya SMS ke Konsul untuk membatalkan keberangkatan saya. Saya katakan bahwa saya tidak lagi di posisi chief editor di Batam Pos.

Dia kecewa bukan main. Stafnya kemudian menelpon dan mengatakan Konsul sangat kecewa. Katanya, yang diundang saya pribadi, bukan jabatan saya. Katanya lagi, meskipun, misalnya, kemudian saya berhenti dari grup, tidak akan mengubah penilaian Konsul untuk mengirim saya ke Amerika. Saya jadi ge-er. Saya jadi bersalah dan merasa sok jual mahal atas undangan yang langka itu.

Maaf, Pak, saya betul-betul bingung waktu itu. Saya tidak bertanya dulu ke Pak Marganas sebagai PO dan Dirut di perusahaan tempat saya bekerja. Lalu, dalam kapasitasnya sebagai orang tua dan yang dituakan, saya kemudian bertanya ke Pak Rida. Saya minta saran dan keputusan beliau. Keputusan beliau: saya disarankan menerima tawaran tersebut. Soal perizinan, dibicarakan nanti, kata Pak Rida.

Well, akhirnya saya menerima tawaran itu.

Salam,

Candra Ibrahim

Surat ini baru saja saya email ke Pak Marganas. Saya berharap dapat respon positif dari beliau. Saya yakin itu.***

One Response to “Terima “Undangan Resmi” dari Kedubes AS”

  1. love Says:

    saya percaya bang Candra dapat izin,karena Bapak pimpinan bijaksana, ini ada kesempatan yang tidak semua orang mendapatkannya. Tuhan memberikan indah pada waktunya. salam sukses ya bang.Gbu.love depok.

    Candra said: makasih….makasih…


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>