Terima Faks dari Konsulat AS
23 Feb 2008 Catatan Biasa
Kamis pagi (21/2), saya ditelpon seorang petugas kantor Konsulat Jenderal AS di Medan. Katanya, dia akan ngirim faks yang harus saya isi dan segera di-replay ke dia hari itu juga. Tenggatnya pukul 14.00 WIB. “Maaf lo, Pak, agak mendadak. Tapi memang harus hari ini difaks kembali karena besok akan langsung diseleksi,” kata seorang wanita di ujung telepon.
Saya kemudian ingat bahwa beberapa waktu lalu, saat masih menjabat pemimpin redaksi di Batam Pos, saya kedatangan tamu dari Konsulat AS di Medan. Ya, dialah Sean B Stein, konsul AS yang bermarkas di Medan. Sabtu itu, saya berdiskusi hampir dua jam dengan pria berpenampilan rapi tersebut. Kami bertukar pikiran tentang banyak hal. Soal terorisme, soal pandangannya terhadap Indonesia, tentang kenangannya berada di Surabaya, tentang FTZ BBK, bahkan tentang pandangan saya terhadap ekonomi Indonesia dan dunia.
Menjelang kepergiannya dari kantor saya di lantai 2 Graha Pena Batam, saat itu, dia menjabat erat tangan saya, sambil berkata, “Kami setiap tahun mengadakan program kunjungan ke Amerika diselingi semacam kursus singkat. Dan saya akan merekomendasikan Anda sebagai salah satu kandidat untuk pergi ke negara kami. Tentu, nanti akan ada seleksi lagi,” katanya. Tak lama kemudian, saya mengantarnya ke lantai satu. Sebuah mobil sedan milik sebuah hotel segera membawanya dari Graha Pena.
Nah, itulah sebabnya kemarin saya menerima faks yang harus saya isi dan segera dikirimkan ke Medan, pada pukul 14.00 WIB itu. International Visitor Leadership Program (IVLP) Nomination Form FY2009, begitulah nama faks yang harus saya isi. Tentu saja ada beberapa point yang harus diisi secara jujur. “Kalau Bapak terpilih nanti, artinya tahun 2009 Bapak akan diundang ke Amerika mengiktui program ini,” kata staf konsulat AS itu, setelah dia menerima balasan faks dari saya.
Hm… saya sebenarnya tidak begitu berharap ke Amerika melalui program tersebut. Sebab, tentulah saingan saya akan berdatangan dari berbagai daerah dan profesi di Sumatera, bahkan Indonesia. Namun, kalau seandainya nanti saya terpilih, paling tidak bisa menambah pengalaman saya setelah tahun 2006 lalu terpilih mengikuti kursus sejenis di Singapura. ***



February 27th, 2008 at 2:03 pm
wah mudahan terpilih ya bang candra. Selain dapat oleh-oleh, juga dapat informasi pengalaman saat di sana hehe… Jadi dua-duanya dapat dan tentunya citra juga kecipratan juga