Tergiur Blackberry, Hm…

PAGI ini, saya berbincang dengan seorang teman lama. Tak usahlah saya sebutkan namanya, karena dia pun tak suka diekspos (macamkan selebriti saja, ha..ha…). Saya lihat, penampilannya sekarang agak berubah; tambah gaya, apalagi dengan blackberry seri terbaru di genggamannya. Tak henti-henti dia mengutak-atik pesawat komunikasi canggih tersebut, sambil sekali-sekali menerima panggilan masuk. Saya ngiler, terus terang, ha…ha…

Dulu, waktu demam Nokia E 90 melanda seantero orang di jagad ini, termasuk di Indonesia, tanpa pikir panjang, saya meluncur ke sebuah pusat penjualan HP terkenal di Batam, Lucky Plaza. Setelah tawar-menawar, HP seri communicator tersebut berpindah ke tangan saya. Tentu saja, setelah saya ikhlas menggesek kartu debit di mesin debit penjual tersebut. Des! Rp9 juta melayang saat itu juga. Dengan bangganya, saya pulang membawa barang baru tersebut.

Sampai di rumah, istri saya ngomel:
“Kalau untuk Ayah, berapapun pasti dibeli. Buat Bunda mana?”

“Sabar… Untuk Ayah dulu. Bunda ntar nyusul,” kata saya sambil mengelus-elus ponsel yang dilengkapi dengan WiFi tersebut. Bibir istri saya manyun saja, sebab, di tangannya “hanya” ada Nokia seri 6500. Tapi, saat itu, masih sangat lumayan harganya.

Hampir enam bulan saya setia menggunakan E 90 itu. Bukan main gaya rasanya. Apalagi masih jarang yang menggunakannya di kantor, apalagi di sekitar kediaman saya. Padahal, mereka tak tahu, setelah membeli ponsel itu, saya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi hobi saya ke kafe-kafe. Syukurlah saat itu rezeki datang kadang tidak terduga. Sebagai penunjang performance, saya termasuk pimpinan media yang terbilang up date. Sehingga, dalam pergaulanpun kadang sangat menunjang.

Tapi, saat ponsel itu mulai bermasalah, terutama pada alat speakernya, saya mulai berpikir untuk menjualnya saja. Memang, banyak yang mengalami masalah seperti saya, ketika seri E 90 masih “dalam tahap ujicoba” tersebut. Masalah speaker seringkali dikeluhlan pengguna saat itu. Saya lalu menukarnya dengan Nokia 6500 i sliding. Awalnya, shock juga saya, masa dari E 90 turun kelas ke 6500 sliding? Tapi tak apa. Yang penting saya sudah pernah menggunakan E 90, ha…ha…

Tapi kini, situasinya sudah berbeda. Perbaikan dan inovasi yang dilakukan Nokia terhadap seri E 90 sudah menjadikan ponsel tersebut semakin matang dan lebih baik. Kinerjanya semakin baik, bahkan sampai sekarang tetap menjadi pilihan pengguna ponsel kelas atas.

Nah, terakhir, setelah era Ipod dan sejenisnya, muncul pula Blackberry, ponsel pintar seri terbaru. Variannya pun beragam. Saya mulai tertarik dengan ponsel jenis ini. Banyak keistimewaan pada Blackberry yang tidak terdapat pada ponsel jenis lain. Terutama fasilitas WiFi, email, internet, serta komunitasnya yang kian berkembang. Saya makin tergiur setelah teman di atas memperlihatkan cara kerjanya kepada saya.

Belum lama ini, seorang teman lain menawarkan fasilitas kredit kepemilikan Blacberry dari sebuah operator seluler. Caranya gampang, cukup punya kartu ponsel pascabayar, lalu fotokopi KTP dan KK, maka sudah bisa memilik Blackberry yang dicicil melalui pembayaran kartu seluler pascabayar di sebuah operator. Tapi, setelah saya kali-kali, ternyata harganya cukup mahal. Saya mengurut dada karenanya. Hmm..mungkin belum saatnya ber-Blakcberry-ria.

Namun, setelah pertemuan pagi ini dengan teman di atas, rasa ingin memilikinya begitu menyala-nyala. Macam semangat pejuang 45 pula, ha…ha… Hm….entahlah. Yang jelas, saya harus berpikir keras, dari mana dananya? Ha..ha…***

7 Responses to “Tergiur Blackberry, Hm…”

  1. Farhan Says:

    wuih… saye liat Bang Andra makin gaya aja pakai blackberry… jadi ngiler juga :D


  2. Ria Saptarika Says:

    BlackBerry Curve 8900
    Memang mengiurkan!

    Macam nak dapat bini mude :)


  3. caktopan Says:

    Alhamdulillah, saya termasuk beruntung bisa mencoba. Ga pake beli.
    hehehe…emang beneran bisa bikin ngiler, pak.


  4. candra Says:

    Pak Ria dan Bung Farhan

    trims komennya…
    Khusus Pak Ria…ah, Pak Wawa bisa aja, makin semangat saya ni, ha..ha..


  5. Ria Saptarika Says:

    Gara2 sempat nyebut Blackberry & bini mude, salah seorang yg ketemu dilapangan sempat menyindir… saya kaget juga karena beliau adalah salah seorang pewarta Batam Pos (Wn),

    Blackbarry ni ye! kira2 bunyinya walaupun tak persis, wah takut juga, tahu dari mane? (dalam hati saya bertanya)

    Ternyata Blog Bung Candra ini tinggi juga trafic nya…

    Semoga tak samapai ketelinga orang rumah, lebih lagi mertue… Apalagi konstituen… Wah kacau!

    Takut juga kan kalau konstituen meng Aa Gym kan saya!! Padahal Sunnah lho iye tak Aa!

    Wah terpakselah cari2 alasan nih!


  6. love Says:

    bang Candra,pendapat saya memang baik kita memiliki seperti Blakcberry tsb ,utk tujuan pekerjaan,tetapi kita melihat akan banyak lagi model yang baru munjul.saya sarankan kita harus dapat mengusai diri,terimakasih bang Candra.salam sukses ya.


  7. candra to pak ria Says:

    hahaha… wah, gawat juga tu pak ria… mesti hati-hati nih komen, meskipun di blog, soalnya dunia ini memang dah canggih…. tak ada lagi rahasia pribadi yang bisa disimpan, he..he… salam pak, makasih.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>