Susahnya Bawa Laptop ke Amrik
14 Jan 2009 Catatan Biasa
WAH, repot juga ya kalau ke luar negeri dilarang bawa laptop. Kan tak bisa berselancar di dunia maya secara bebas. Inilah sedikit kendala yang bakal saya hadapi kelak, ketika ke Amerika, yang insyaallah akan saya jalani tanggal 22 Januari. Pasalnya, salah satu prosedur standar pemeriksaan di bandara internasional di Amerika adalah bahwa peralatan laptop yang dibawa harus dipastikan menggunakan software original alias asli.
Nah, inilah kendala “kecil” itu. Sebab, di Indonesia, bukan rahasia umum bahwa berbagai perangkat lunak di PC maupun laptop tidak asli. Di sini, menggunakan perangkat lunak aspal sudah “membudaya”.
Saya pernah tanya ke toko tempat saya membeli laptop dulu. Saya minta solusinya kepada dia, apakah program atau perangkat yang aspal di laptop saya bisa di-hide (desembunyikan) atau tidak. Rupanya, dari balik gagang telepon, pria yang saya telpon mengaku tidak memahami yang saya maksudkan. Lalu saya katakan bahwa saya akan ke Amerika dan bermaksud membawa laptop ke negara Obama tersebut. Tapi kendalanya adalah bahwa saya tidak tahu apakah software di laptop saya asli atau palsu alias bajakan.
“Oh itu, nanti kita cek, Pak. Memang sih, fasilitas dari kita ada yang standar, bawaan dari sananya, itu asli. Tapi biasanya ada beberapa fasilitas yang ditambah dengan cara mendownload atau menginstal, maka itu bisa dipastikan palsu. Untuk jelasnya, Bapak bawa aja laptopnya ke sini, nanti kita cek. Sebab, di bagian bawah laptop biasanya ada tertulis fasilitas yang sudah built in bersama laptopnya,” kata penjaga toko itu panjang lebar.
“Oke deh. Maksud saya, kalau ternyata beberapa fasilitas di laptop saya ada yang palsu, sementara dibuang aja dulu. Nanti kita masukkan yang asli untuk beberapa perangkat yang diperlukan saja. Nanti kalau kembali ke tanah air, baru dimasukkan lagi. Bisa kan?”
“Oh, bisa, Pak. Bawa aja ke sini”.
Begitulah percakapan saya beberapa waktu lalu. Sebab, pusing juga kalau ke negara orang gak bisa bawa alat komunikasi. Bagaimana saya bisa menulis laporan untuk koran saya, kalau laptop saja tidak bisa dibawa. Apa ada warnet ya, di Amerika? Atau di fasilitas business center di hotel-hotel? Pasti mahal kan?
Tergiur juga sih beli Black Berry (BB). Tapi, selain mahal, saya pikir nanti bakal kena roaming juga di sana. Sebab, BB ‘kan hanya bisa digunakan melalui nomor ponsel yang sudah teregistrasi di operator selulernya. Nah, BB yang sudah teregistrasi itulah yang kelak akan dibawa ke Amerika. Sudah pasti kena roaming kan? Mustahil tidak. Apalagi kalo misalnya, di sela-sela itu ada panggilan masuk berupa voice call; diangkat kena roaming, gak diangkat takutnya panggilan penting.
Terakhir, dari seorang teman di Medan, saya peroleh informasi penting lainnya. Menurut jurnalis yang pernah ke Amerika itu, di Amerika tidak tersedia kartu prepaid (prabayar). Semuanya postpaid (pascabayar). Itupun sulit untuk mendapatkannya, karena harus mengisi data-data yang sangat jelimet. Artinya, kalaupun saya bawa black berry ke Amerika, tetap saja saya harus menggunakan kartu seluler made in Indonesia, dan sudah pasti bakal kena roaming! Any body can help me? ***



January 27th, 2009 at 4:00 pm
Wah sekarang ada pemeriksan software lisensi di komputer yach bang chandra, sewaktu saya kesana pada bulan oktober tidak ada pemeriksaan begituan, BTW ke Amerika kemananya bang ??
January 31st, 2009 at 7:33 pm
Gak ada media centre ya Pak? Masak harus berat-berat bawa laptop. Repot juga tuh ya.
March 17th, 2009 at 4:39 pm
ya sih bang, setahu saye Windows itu ada yg original bundelan langsung laptop, tapi ade jugak yg tidak. Solusi extrem ganti pake Linux ;). Tapi kalo Windows udah ori, tinggal gantiin software2 yg gak ori sperti Word, Excel (program Office) dll dengan yg freeware seperti OpenOffice dari SUN. Cukup bagus, gak jauh2 beda sama yg punyae Microsoft. Cara lain yg lebih menguras ya tentu saja semuanya beli yang asli. ini cuma pendapat saya yang lemah ni..
btw ajak2 dunk ke Amrik bang..