Setelah Bronchitis, Gejala Maag Pula

Namanya hidup, pasti ada saja masalahnya. Soal kesehatan misalnya, setelah saya sempat di-rontgen, dan ternyata tidak terjadi sesuatu yang luar biasa pada paru-paru atau bronchitis saya, oleh dokter diberilah obat. Karena keluhan saya selama ini adalah batuk berkepanjangan, dokter memberikan obat pereda batuk sekaligus menghilangkan alergi bronchitis. Syukurlah, baru setengah dari obat dokter saya konsumsi, batuk saya mereda dan hanya datang sekali-sekali saja. Penyebabnya, menurut diagnosa dokter, saya alergi terhadap cuaca, misalnya asap, debu, dan juga makanan.

“Yah, cuaca Batam ‘kan memang kurang sehat,” kata dokter yang menangani saya. Saya maklum, karena di samping Batam memang gersang, banyak hutannya atau lahan hijaunya yang beralih fungsi menjadi kawasan bisnis dan perumahan.

Tapi, bukan manusia namanya kalau tidak rentan terhadap berbagai masalah lingkungan. Belum sembuh total alergi bronchitis saya, timbul lagi masalah di sekitar perut. Kali ini, saya ke dokter lagi dan katanya lambung saya mengalami luka, meskipun belum begitu parah. Walhasil, saya diberi obat dan diminta menghindari kopi, cokelat, minuman dan makanan kalengan.

“Pokoknya, harus makan makanan yang dimasak langsung, bukan dalam kemasan. Kalau minum, hindari yang bersifat asam, misalnya minuman kaleng. Itu kan ada pengawetnya yang bersifat asam,” kata dokter yang baik hati itu.

Trus, karena saya penasaran, saya bertanya ke dokter.

“Dok, apa ini namanya saya terkena gejala maag?”

“Iya, sudah mulai,” jawab dokter itu. Walah!

Hm… Sebagai jurnalis atau wartawan yang sudah menekuni pekerjaan sejak tahun 1993 yang lalu, rasanya wajar kalau akhirnya saya terkena penyakit langganan para pekerja yang tak kenal waktu itu. Biasanya, penyakit maag akan menyerang mereka yang biasa diburu oleh waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Biasanya juga, maag akan menyerang mereka yang suka abai atau cuai dengan jam istirahat dan jam makan teratur. Nah saya, memang selalu abai dengan hal itu.

Yah, mudah-mudahan gejala maag ini tidak berlangsung lama dan bisa disembuhkan oleh berbagai obat yang sekarang saya konsumsi. Rasanya, saya bisa sembuh, karena saya tengah berusaha mengikuti semua nasehat dokter. Selain itu, kebiasaan telat makan saya tidak parah-parah amat. Saya yakin itu!***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>