sendiri meragi

ingat tidak, ketika narsismu mengangguku…
katamu…. itu penting
sepenting perempuan berharap bunting
tapi tak kacak di dedaun kering
sebab ranting tak rindukan tebing

katamu kau plural, prodemokrasi
tapi nepotismemu terpacak
segak di antara muak semuak-muak
memantik di antara bau apak

katamu kau sayangiku
tapi dendammu telah membatu
tak hendak berkata tentang aku
sebab mindamu makin kuragu

kini…
marahku telah meragi
menukik ke selasela sendi
merecup ke sumsum dan nadi
hingga….sendiri…

lalu berdiri aku
mencoba mengecup putingmu
tapi lagilagi
kecutmasam ragimu
menekukku ke dalam ragu…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>