Seks Usia Pelajar…Hm….
23 Oct 2008 Gumam
Hebat!!! Beberapa hari yang lalu, koran di Batam, termasuk Batam News, memberitakan, tiga cewek SMP tidur sekamar dengan pasangan masing-masing. Di satu kamar! Pesta seks! Di sebuah hotel di Jodoh, Batam. Menurut pengakuan mereka, dua pasang di antaranya melakukan hubungan badan. Di lantai kamar dan di kamar mandi. Sementara yang satu pasang lagi, cuma cium-ciuman dan raba-rabaan di atas ranjang. Gila!!!
Begitulah. Ketiga cewek ABG itu berpasangan dengan pria muda yang rata-rata berusia di bawah 20 tahun. Awalnya, mereka memang pacaran, lalu jalan-jalan. Puas jalan-jalan, lalu check in di hotel. Setelah check in, dilanjutkan dengan check in lainnya. Bergantian pula; ketika satu pasangan bergumul di lantai kamar, satunya di kamar mandi. Lalu, bertukar tempat. Sedangkan yang di atas ranjang, santai-santai saja bercumbu. Mereka bahkan bisa melihat teman-temannya bertukar tempat.
Kejadian itu betul-betul membuat saya miris. Bukan cuma karena perbuatan itu adalah dosa besar, juga terlalu cepat mereka memutuskan untuk melakukan hubungan badan. Ceweknya rata-rata 14 tahun. Itu kan belum beberapa tahun menstruasi. Lagipula, secara psikis dan medis, wanita seusia itu sesungguhnya belum siap menerima coitus. Mereka belum benar-benar tahu akibat yang bakal ditimbulkan dari persenggamaan itu.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Batam mengaku terkejut atas kejadian itu. Muslim Bidin, sang kepala dinas, mengatakan bahwa pelajaran etika, budi pekerti, dan keagamaan sudah diberikan di sekolah. Bahkan, setiap pekan ada pelajaran agama di tempat ibadah. Guru tidak bisa mengawasi anak didik 24 jam, katanya. Sebab, selebihnya adalah tugas orang tua dan lingkungan mereka masing-masing.
Lalu, pihak hotel, di mana tanggung jawab moral mereka? Mengapa membiarkan anak usia sekolah check in, tanpa menyelidiki patut atau tidaknya urusan check in yang melibatkan para ABG itu? Bisnis? Iyalah, hotel memang bagian dari bisnis. Tapi tak tahukah mereka bisnis juga memiliki tanggung jawab? Ah, budaya permisif di masyarakat kita memang bisa jadi malapetaka. Serba boleh. Ini dibolehkan, itu dibenarkan. Apalagi sudah terlalu banyak tontonan dan tuntunan di internet, televisi, video, dan lain sebagainya. RUU Pornografi jadi bulan-bulanan di mana-mana, atas nama kebudayaan, kebebasan, dan keberagaman. Edan!
Tulisan ini memang agak kacau cara menuliskannya. Sebab, saya memang sedang tidak bergairah menuangkannya ke dalam blog ini. Tapi saya sangat bergairah membayangkan wanita-wanita ABG itu. Tubuh mereka di usia itu memang menggiurkan. Sekal, jarang-jarang, bahkan mungkin sedikit amis. Bahkan ada orang tua yang katanya kiyai di Jawa sana, dikabarkan sudah menikahi gadis usia 12 tahun. Terakhir, dia mengaku sedang mengincar dua gadis lain berusia 7 dan 9 tahun. Ckk…ckk…!!!***



October 24th, 2008 at 7:17 pm
Masyaalaah, sudah begitu kelamnya kampong kita. mur setuju dg pendapat abang, UU Pornografi kog banyak yg menentang. Semoga bagi yg menentang cepat sadar. Coba kalau keluarganya jadi korban, baru sadar.
October 26th, 2008 at 12:36 am
Entahlah bang,,,
Itu pertanda Kiamat mau deket…..
kali aja di batam enggak ada yang kayak gitu..
mudah2 an juga untuk masyarakat pekanbaru…
masalah hotel, X aja rumboy nya udah disuap….
ya, pendekatan one to one ke pada anak, lebih efektif.
Terims,
salam dari Panam, Rumbai street…PKU!