Saya Melayu!

Di Batam Pos, hari ini, Senin (9/6/2008), ada artikel di halaman Opini. Isinya biasa saja dan tidak menarik. Satu-satunya yang membuat saya ingin berkomentar adalah penulisnya mempertanyakan kemelayuan saya. Hm…

Dalam artikel berjudul “Melayukah Aku?” itu, penulisnya (maaf, saya tak sudi menyebut namanya) membantah berbagai argumen saya pada tulisan saya yang pernah naik di halaman yang sama sebelumnya berujudul “Melayu Sayang Tak (Boleh) Terbuang”. Itu tak masalah, karena semua orang boleh berbeda pendapat sekaligus pendapatan.

Yang membuat saya heran, dia mempertanyakan darah Melayu saya. Bahkan, entah dari mana dia mendapat referensi, dia menuduh nenek saya (bedakan dengan nenek moyang) bukan orang Melayu. Hei! Apakah Anda merasa mengenal saya sebaik saya mengenal diri saya sendiri? Hm.. tak perlulah saya komentari lebih panjang, karena saya memang Melayu. Tak ada darah lain mengalir sedikitpun di nadi saya, kecuali Melayu! Tapi, belum perlulah saya uraikan silsilah keturunan saya di sini. Tak penting.

Meski demikian, saya tak pernah membenci orang non-Melayu. Sebab, tanah kelahiran saya, sejak dulu kala tidak pernah membenci pendatang non-Melayu. Kerajaan-kerajaan di daerah kami sudah terbiasa berbagi kekuasan kepada non-Melayu. Sejak dulu lagi. Melayu sangat welcome kepada suku manapun. Tidak pernah ada iri dan dendam kesumat. Saya hanya akan menjadi muak kalau menjumpai orang Melayu yang malu menjadi Melayu!***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>