Sambil Menyelam di Optik Planet

Asyik juga sambil shopping menawarkan calon klien untuk memasang iklan di koran. Itulah yang saya lakukan bersama Manajer Iklan Harian Batam News Dewi Febsuri ketika kebetulan bertemu di Optik Planet, Mega Mall, Batam Center, Ahad malam (30/3). Awalnya, cuma bermaksud memiih-milih gagang kacamata buat istri saya yang datang bersama saya ke optik tersebut. Eh, ternyata di sana sudah ada Dewi bersama si kecil Kayla, sementara suaminya, Adrian, saya lihat lagi asyik menikmati ayam goreng di sebuah outlet fried chiken.

Nah, ketika memilih gagang kacamata itu, lalu setelah istri memeriksakan matanya ke dalam sebuah ruangan di optik tersebut, salah seorang cewek penjaga oulet ragu-ragu menegur saya.
“Eh, kalau gak salah Pak Candra kan? Pak Candra Ibrahim yang sering muncul di koran itu kan? Wah, saya senang membaca tulisan Bapak di Batam Pos Minggu,” kata cewek manis itu.

Mendengar itu, saya tersenyum saja. Dalam hati bergumam, “Wah, mesti jaim nih, udah ketahuan soalnya”.

Tapi, dasar saya memang orangnya cuek, saya berusaha bergurau. “Ah, mana mungkin saya yang penulis itu. Gak ada tampang kan?”

“Ah, saya ingat kok, wajah Bapak sering di koran Batam Pos,” katanya.

Ada rasa senang, ada pula sedih. Senang karena saya ternyata juga dikenal oleh cewek penjaga outlet kacamata. Senang juga karena beberapa saat setelah saya tidak lagi menulis di Catatan Lepas (rubrik yang dulu muncul tiap hari Minggu di Batam Pos) sampai akhir Desember 2007 lalu, masih banyak telpon, SMS, maupun yang bertanya langsung mengapa saya menutup catatan itu dengan tulisan pamungkas berjudul “Pamit” itu. Artinya, ternyata ada juga yang membaca tulisan saya, meskipun jumlahnya tentu tak sebanyak artikel/kolom yang masih bertahan dan ada sekarang di Batam Pos.

Tapi itu semua sudah saya jelaskan di tulisan berjudul “Pamit” itu. “Apa karena sudah selesai satu buku kumpulan tulisan tersebut?” goda Lisya Anggraini, sahabat lama saya sejak di Bahana Mahasiswa Unri, yang kini Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri. Tulisan redaktur senior Batam Pos itu bisa disimak pada rubrik “Siar” di Batam Pos edisi Minggu.

“Ah, bukan. Jauh sebelum buku “Membranding Batam Menjual Kepri” (dapat dibeli di dua gerai Gramedia Batam) itu akan diterbitkan, dan jauh pula sebelum saya meninggalkan posisi Pemimpin Redaksi Batam Pos, keinginan menutup “Catatan Lepas” di akhir 2007 itu sudah saya utarakan pada dua sahabat saya, Rizal dan Ramon,” kata saya menjawab ledekan Lisya.

Itulah sebabnya, kini tulisan-tulisan ringan ala saya untuk sementara hanya bisa dinikmati jika Anda mengklik alamat blog ini atau jika Anda sedang membuka http://www.batamcyberzone.com/ lalu klik di atas Kepri Community.

Nah, yang membuat saya sedikit sedih, karena kini orang seperti cewek di Optik Planet yang saya lupa namanya itu (salah satu “kelemahan” saya adalah tidak begitu tertarik bertanya nama seseorang, namun suka mengingatnya, ha..ha..) tidak bisa lagi menikmati tulisan-tulisan ringan yang “tidak hebat” itu di setiap edisi Minggu Batam Pos.

Pertanyaannya, apakah saya akan kembali menulis di koran (kalau perlu dua koran sekaligus, karena selain saya masih sebagai Wakil Pimpinan Umum Bidang Redaksi dan IT di Batam Pos, juga Pimpinan Umum di Harian Batam News, hebat kan? Ha..ha..)?

Jawabannya, tentu saja tidak. Sebab, belum tentu jumlah pembaca tulisan saya bisa menyamai pembaca kolom-kolom yang sekarang masih bertahan di Batam Pos. Tentu saja saya tidak bisa egois dan memaksakan diri. Sebab, jangan sampai, gara-gara banyak yang tidak suka tulisan saya, lalu banyak pula yang berhenti berlangganan maupun membeli Batam Pos. Kalau begitu, betapa berdosanya saya, bukan?

Nah, kembali ke hal ihwal di atas tadi, kini saya memang lebih banyak berkutat di bidang usaha, sebagaimana tugas baru saya sebagai pedagang koran. Soal isi berita dan redaksi, tentu saya tidak boleh terlalu banyak ikut campur, karena sudah ada
pemrednya yang lebih terlibat. Salah satu bentuk tugas baru saya itu, ya seperti merayu calon pemasang iklan maupun calon pelanggan Batam News. Meskipun itu semua tidak mudah, karena Batam News adalah sebuah harian yang baru saja “terlahir kembali”. Namun, melihat trend sejak beberapa bulan yang lalu, saya sangat yakin harian Batam News akan menjadi alternatif pembaca koran dan pemasang iklan di Kepri, khususnya Batam. Insya Allah.***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>