Sabtu-Minggu Malas-malasan
14 Jul 2008 Ruang Keluarga
Sabtu dan Minggu kemarin, mungkin merupakan hari-hari santai bagi saya dan keluarga. Saking santainya, saya malah tidak ke kantor sejak hari Sabtu itu, meskipun semestinya masuk setengah hari. Entah mengapa, ada perasaan malas menyergap hari itu. Tapi saya tetap keep in touch dengan teman-teman kantor, saya masih bertelepon-teleponan dengan Ismanto. Setidaknya, menanyakan hal-hal berkaitan dengan pekerjaan dan koran kami, Harian Pagi Batam News.
Kegiatan saya sepanjang Sabtu kemarin hanya di rumah saja, sorenya baru membawa anak-anak jalan mengitari kota. Istri pun sempat protes, karena saya tidak ke kantor hari itu. Bahkan, istri jadi ikut-ikutan tidak ikut arisan kantor. Katanya dia lagi gak enak bodi. Ya sudah, di rumah sajalah, kata saya.
Kalau Minggu sih, kebanyakan di rumah juga. Bermalas-malasan di rumah, main sama anak-anak. Sorenya baru pergi arisan keluarga terbatas di Tiban. Beberapa keluarga ikut arisan itu. Entah kapan terbentuknya, saya tidak tahu. Yang jelas, saya dan keluarga baru bergabung beberapa bulan yang lalu. Di arisan ini, terdiri dari keluarga orang-orang berdarah Kampar. Saya tak akan sebutkan nama keluarga yang ikut arisan itu satu persatu, nanti “diciduk” pula untuk kepentingan Pilkada. Sebab, yang ikut adalah orang-orang yang cukup berpengaruh di Batam, ha..ha…
Sepulang dari arisan, mampir ke Nagoya Hill, cari sepatu dan tas untuk Abin. Maklum, dia baru diterima di sebuah sekolah swasta. Setelah mendapatkan sepasang sepatu hitam plus kaos kaki dan tas ransel Naruto, kami beranjak ke sebuah rumah makan. Lahap sekali Abin malam itu.
Nah, setelah itu, di rumah lagi. Menemani Abin, anak sulung saya, main PS sebentar, lalu kembali ke kamar, tidur-tiduran sambil nonton TV. Kebetulan filmnya bagus, diangkat dari kisah nyata kepemimpinan Idi Amin, mantan Presiden Uganda yang mati dalam pengasingan di Arab Saudi. Seru kisahnya. Seorang dokter yang “dipaksa” mengabdi kepada presiden, bahkan sering diposisikan sebagai penasehat terdekat (the closest advisor), namun berakhir tragis, berdarah-darah setelah disiksa orang-orang presiden, sebelum akhirnya berhasil selamat menumpang pesawat berisi sandera ke Prancis. Idi Amin yang kejam!
Pagi ini, barulah saya ke kantor seperti biasanya. Setelah saya buka laptop dan mampir ke blog ini, barulah terlihat beberapa shoutmix sudah terisi beberapa nama. Semuanya dari teman-teman saya. Yang membuat agak terkejut, ada pesan dari Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika. Dia mengundang saya untuk kopi darat Batam Blogger yang sedianya diadakan Sabtu malam lalu. He..he.. terang saja saya tidak hadir, karena “undangannya” saja baru saya baca pagi ini, Senin. Maaf deh Pak Wawa, lain kali mungkin saya bisa hadir. Insya Allah.***



Leave a Reply