Peluang Balik ke Partai ?

Entah karena kebetulan atau apa, ternyata tulisan saya tentang “Pemred (Tak Boleh) Masuk Partai” terjawab siang ini. Setelah Jumat, di Masjid Raya, saya kembali ke kantor yang letaknya persis di depan Masjid Raya Batam. Saya terlanjur janji dengan Pemred Batam TV Andra S Kelana dan Pemred Batam News (keduanya Grup Batam Pos) Rizal Saputra untuk pergi makan siang di Tanjungriau. Di sana, lauknya khas sekali dengan menus spesial: sembilang asam pedas…hmmmm…nak..enak..enak..

Nah, baru saja meletakkan pantat di kursi, datanglah Pemred Posmetro Ramon Damora.

“Bang, kita diajak Pak Rida makan siang di Batubesar,” katanya.
“Ah, Anda aja mungkin, saya tidak,” tolak saya.
“Ah Abang, kalau tak, ngapain saya berlari-lari ngejar Abang ke kantor. Ayolah,” katanya.

Kami kemudian menuju ke parkiran. Di sana kami bertemu dengan Pak Rida, bos besar kami untuk Grup Sumbagut (Riau, Sumbar, Kepri, Sumut, dan Aceh). Beliau bertiga dengan GM Batam TV Bahtiar dan Wakil PU Batam Pos Usep Rahmat Saefulloh.

“Ayolah, Can, makan. Terserah, mau naik mobil ini atau mobil lain,” kata Pak Rida. Yakinlah saya bahwa saya juga diajak makan siang bareng bos besar.

Saya, Rizal, Ramon, dan seorang stafnya Dobi, menuju ke mobil Rizal yang diparkir di jalan dekat samping kantor.

Sambil makan, kami ngobrol ringan. Soal buku, puisi, blog, KPU, KPI, sampai ke masalah politik. Setelah saya dengar penjelasan Pak Rida atas pertanyaan Ramon soal konsekwensi wartawan harus mundur dari pekerjaan kalau masuk menjadi anggota KPUD, saya terpancing untuk bertanya lebih lanjut.

“Kalau pemred, dulu Bapak bilang tidak boleh masuk jadi pengurus partai. Itu masih berlaku, Pak?”
“Iyalah. Itu kan memerlukan konsentrasi dan independensi,” katanya.
“Tapi, kalau tidak pemred lagi, boleh?”
“Ya, terserah,” kata Pak Rida tersenyum.

Ah, sepertinya saya kini boleh “kembali” ke politik. Sebab, seperti saya tuliskan di postingan sebelumnya “Pemred (Tak Boleh) Masuk Partai”, dulu sebelum ke Batam, saya salah satu pengurus di sebuah partai besar di Riau. Setelah pindah ke Batam dan jadi Pemred Batam Pos (2006-2007), saya “dilarang” oleh bos besar. Alasannya, pemred berkaitan langsung dengan keredaksian dan pemberitaan, nanti tidak bisa obyektif. Kini, posisi saya adalah Wakil PU Bidang Redaksi Batam Pos dan PU Batam News. Artinya, tidak ngurusi redaksi lagi.

Tapi, kapan ya waktu yang pas untuk masuk ke partai? Sebelum pertanyaan ini terjawab, saya teringat kalimat pamungkas Pak Rida waktu makan siang tadi:
“Ya, kalau sudah jadi anggota dewan atau apapun akibat masuk partai politik, tetap harus mundur dari perusahaan. Di atas usia 40 ajukan pensiun dini. Kalau usia di bawah itu, berhenti saja”. Wah…wah…saya sudah siap belum, ya? He..he…***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>