<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Optimisme Caleg Suara Terbanyak</title>
	<atom:link href="http://candraibrahim.com/optimisme-caleg-suara-terbanyak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://candraibrahim.com/optimisme-caleg-suara-terbanyak</link>
	<description>Mendengar, Melihat, Mencatat...</description>
	<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 19:47:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
		<item>
		<title>By: Bestman Januari P</title>
		<link>http://candraibrahim.com/optimisme-caleg-suara-terbanyak#comment-442</link>
		<dc:creator>Bestman Januari P</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 10:33:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://candraibrahim.com/?p=436#comment-442</guid>
		<description>Saya kira tulisan saudara memang ada benarnya. Jadi caleg sekarang ini memang susah-susah gampang! Susah mau dipercaya masyarakat, gampang diangkat-angkat masyarakat asal mau tebar "sembako". 

Masalah Keputusan MK kemarin (isi dan aturannya) memang banyak caleg yang tidak tahu? Jangankan tahu isinya, lihat keputusannya aja belum pernah! Karna emang malas mau baca-baca begituan. Wajar saja kalo saya katakan kebanyakan caleg kita itu karbitan (bukan semuanya lho!). Kenapa? 

Wong caleg-caleg itu tahunya cuma sibuk pasang stiker, baliho, umbul-umbul, spanduk dan kampanye terselubung. Masalah apa itu dan bagaimana tugas anggota DPRD, UU Pemilu, Program Kerja, Misi dan Visi Caleg, bukanlah hal yang perlu dikuasai saat ini tapi bagaimana mencari lumbung suara dulu bung! 

Ibarat mau jadi dokter, cari pasien dulu sebanyak-banyak, baru setelah itu belajar ilmu kedokterannya. Ya jelas aja pada tambah parah atau koma nasib pasien (rakyat) bagi mereka yang terkena kibul dokter gadungan.

Itulah gambaran para caleg masa kini banyak yang menafikan dengan aturan sehingga kemungkinan besar ada benturan sesama caleg dari partai yang sama sangat rentan terjadi karena kurangnya pemahaman tentang undang-undang dan aturan pemilu sehingga menimbulkan konflik internal partai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira tulisan saudara memang ada benarnya. Jadi caleg sekarang ini memang susah-susah gampang! Susah mau dipercaya masyarakat, gampang diangkat-angkat masyarakat asal mau tebar &#8220;sembako&#8221;. </p>
<p>Masalah Keputusan MK kemarin (isi dan aturannya) memang banyak caleg yang tidak tahu? Jangankan tahu isinya, lihat keputusannya aja belum pernah! Karna emang malas mau baca-baca begituan. Wajar saja kalo saya katakan kebanyakan caleg kita itu karbitan (bukan semuanya lho!). Kenapa? </p>
<p>Wong caleg-caleg itu tahunya cuma sibuk pasang stiker, baliho, umbul-umbul, spanduk dan kampanye terselubung. Masalah apa itu dan bagaimana tugas anggota DPRD, UU Pemilu, Program Kerja, Misi dan Visi Caleg, bukanlah hal yang perlu dikuasai saat ini tapi bagaimana mencari lumbung suara dulu bung! </p>
<p>Ibarat mau jadi dokter, cari pasien dulu sebanyak-banyak, baru setelah itu belajar ilmu kedokterannya. Ya jelas aja pada tambah parah atau koma nasib pasien (rakyat) bagi mereka yang terkena kibul dokter gadungan.</p>
<p>Itulah gambaran para caleg masa kini banyak yang menafikan dengan aturan sehingga kemungkinan besar ada benturan sesama caleg dari partai yang sama sangat rentan terjadi karena kurangnya pemahaman tentang undang-undang dan aturan pemilu sehingga menimbulkan konflik internal partai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: caktopan</title>
		<link>http://candraibrahim.com/optimisme-caleg-suara-terbanyak#comment-266</link>
		<dc:creator>caktopan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 15:08:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://candraibrahim.com/?p=436#comment-266</guid>
		<description>Smart juga tuh yang ga mau jualan janji karena ga mau ditagih janjinya.

Bukankah, kampanye adalah jualan janji? Kalo ga mau janji, ntar tak laku....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Smart juga tuh yang ga mau jualan janji karena ga mau ditagih janjinya.</p>
<p>Bukankah, kampanye adalah jualan janji? Kalo ga mau janji, ntar tak laku&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
