Koran Perkotaan, Teman Warga Kota
1 Jul 2009 Otak-otak
DALAM edisi hari ini, saya tak bermaksud membahas perkembangan berita dalam sepekan terakhir. Saya hanya ingin menulis yang ringan-ringan saja, tentang visi, misi, dan komitmen koran ini ke depan. Ya, hari ini, 1 Juli 2009, adalah hari yang spesial bagi kami di Batam News, karena koran ini tepat berusia enam tahun, sebuah usia yang kalau diumpamakan ke manusia, baru saja lepas dari masa taman kanak-kanak. Sebagian lagi mungkin sudah SD.
Sebagai sebuah koran yang ikut dilahirkan dari rahim Riau Pos Group (RPG) Divisi Regional (Divre) Batam, sebuah grup media terbesar yang terdiri dari Batam Pos, Batam News, Posmetro, dan Batam TV, mau tidak mau kami merupakan bagian dari strategi manajemen grup. Perjalanan dari tahun ke tahun memang terasa berbeda dan ada pasang-surutnya. Misalnya, ketika masih berada di bawah manajemen Posmetro Batam, koran ini tentu sedikit banyak menjadi bagian dari strategi koran kriminal itu untuk tetap survive di pasar dengan segmennya pula.
Demikian pula ketika Batam News beralih ke bawah manajemen Batam Pos, tahun 2006 yang lalu, sebagai sebuah strategi grup, koran ini menyandang misi tertentu. Selama dua tahun, Januari 2006 - Desember 2007, diakui atau tidak, Batam News tampil sebagai bamper bagi Batam Pos, sebagai strategi manajemen untuk menghadapi persaingan yang cukup sengit di kawasan ini. Setelah tugas maha mulia itu selesai, maka sejak 2008, secara perlahan koran ini tampil menjadi dirinya sendiri. Hasilnya, dari seluruh anak perusahaan di RPG, koran ini tampil sebagai pencapai hasil usaha terbaik tahun 2008.
Waktu terus berjalan. Sebagai apresiasi pihak manajemen terhadap pengasuh, maka sejak Januari 2009, sebuah badan usaha berdiri untuk Batam News dan sejak saat itulah koran ini berdiri sendiri di bawah manajemennya sendiri pula. Sahlah berdirinya PT Batam Bintana Pers, perusahan yang menerbitkan Batam News hingga hari ini.
Sebagai konsekwensinya, Batam News harus mampu membiayai dirinya sendiri, berjibaku dengan pasar yang lumayan keras, dan menghadang segala halangan yang ada. Tidak mudah, namun sebuah tekad sudah lama kami pancangkan. Maka, sejak 1 April 2009, kami merombak total perwajahan dan kops halaman satu, seperti yang bisa Anda lihat dewasa ini. Sebuah dedikasi lain juga kami persembahkan kepada pembaca sejak 1 April yang lalu, menambah halaman dari semula 12 menjadi 16. Namun, sebagai konsekwensinya, harga kami “sesuaikan” dari Rp1.000 menjadi Rp1.750 setiap eksemplar. Ini tidak bisa dihindari, karena kami tidak mau menjadi koran yang “pura-pura” tegar, padahal harga cetak terus disubsidi dari pendapatan iklan. Untuk jangka panjang, hal ini tidak baik bagi perusahaan.
Pembaca budiman. Di tengah persaingan media massa cetak dewasa ini, kami sudah membulatkan tekad untuk tampil sebagai koran perkotaan, dengan segmentasi pembaca di perkotaan. Di segmen inilah kami akan terus bermain. Pembangunan ekonomi di merata tempat di Kepri ini, mau tidak mau sudah memunculkan berbagai kota baru dengan segala problematikanya. Oleh karenanya, kami akan menjadi teman bagi warga kota, mencoba menawarkan solusi bagi masyarakat perkotaan, menjawab berbagai kebutuhan warga, menampung segala keluhan, dan memberikan alternatif bagi pembaca koran di kawasan ini. Itulah sebabnya, berita-berita kami hampir 95 persen berisi peristiwa-peristiwa lokal.
Ke depan, kami akan tetap teguh dengan konsep ini, meskipun berbagai godaan terus akan menghampiri kami. Banyak koran yang hadir tidak jelas konsep dan kemauannya. Atau terlalu banyak maunya. Mereka katakan sebagai media “biru”, ternyata masih menampilkan banyak berita “merah”. Demikian pula ada koran yang katanya “merah”, namun sering latah menampilkan berita “hijau”. Atau bahkan ada media yang tampil dengan warna “belang” karena memang tidak jelas konsepnya.
Pembaca budiman. Kami ingin menjadi media yang dikonsumsi masyarakat perkotaan. Masyarakat yang berdisiplin. Kami berkeinginan menjadi pengawal bagi menciptakan masyarakat madani, masyarakat yang kritis, serta masyarakat yang tahu akan hak-hak dan kewajibannya. Itulah sebabnya, pada segmen perkotaan ini, kami akan terus berdiri. Bukan berarti kami tidak akan masuk ke berita perkampungan. Tidak! Hanya saja, itu akan kami kemas melalui pendekatan dan kacamata masyarakat perkotaan.
Terakhir, izinkanlah kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan Batam News. Demikian pula kepada pemasang iklan, kolega, pembaca, dan pelanggan, yang sudah ikut membesarkan kami. Kepada segenap karyawan, AE, agen, loper dan pengecer, atas nama manajemen, saya aturkan terimakasih atas kerja cerdas kita semua selama ini. Ke depan, tugas tak kalah beratnya. Hanya dengan semangat teamwork, segala rintangan akan bisa kita atasi. Terimakasih. ***
Catatan: tulisan ini sudah dimuat di Batam News, edisi Rabu, 1 Juli 2009.



Leave a Reply