Paripurna yang Tak Biasa di DPRD Batam

Ada yang khas di Gedung DPRD Kota Batam, Selasa (24/6). Sekitar 38 siswa SLTA se-Kepri, dari yang seharusnya 45 siswa, berkunjung ke DPRD Batam. Di gedung dewan itu, mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Batam Soerya Respationo, Ketua Fraksi Partai Golkar Asmin Patros, Ketua Fraksi Aliansi Nasional Onward C Siahaan, dan beberapa anggota DPRD yang bergabung belakangan, seperti Bastoni Solichin, M Zilzal, dan Dameria Nadapdap. Pertemuan ini difasilitasi oleh Sekwan Guntur Sakti.

Kedatangan 38 siswa SLTA didampingi beberapa guru itu, untuk mengikuti briefing dengan Ketua DPRD Batam yang biasa disapa Romo. Prosesi ini sebagai bagian dari gawe Harian Pagi Batam News (Grup Batam Pos) dalam acara bertajuk “Andai Aku Wakil Rakyat”. Ke-45 siswa SLTA se-Kepri itu merupakan peserta yang tulisannya lolos seleksi. Para siswa terpilih itu, jumlahnya sama dengan anggota DPRD Batam.

Tujuan acara ini, sebagaimana diapresiasi oleh Ketua DPRD Batam Soerya Respationo, adalah untuk memberikan pembelajaran politik bagi generasi muda, khususnya siswa SLTA terpilih. Mereka diberi pembekalan oleh Soerya, Asmin, Onward, Guntur Sakti, dan Kabag Hukum dan Persidangan DPRD Batam Rida Mulyadi, secara bergantian.

Dari rentetan acara kemarin, banyak yang bisa dicatat. Misalnya, bagaimana Sekretariat DPRD Batam di bawah kepemimpinan Sekwan Guntur Sakti, telah memberikan warna khas dalam prosesi penyambutan “tamu agung” mereka. Di lobi utama, penyambutan itu dimulai. Tidak itu saja, bahkan “tamu terhormat” itu dijemput di pelataran parkir Graha Pena, tempat Batam News berkantor.

Di ruang lobi DPRD, penjelasan diberikan oleh Public Relation (PR) DPRD Batam bernama Barbie. Wanita cantik itu menjelaskan seputar DPRD Batam secara umum. Di sana, para siswa juga disambut dengan welcome drink layaknya penyambutan tamu di hotel berbintang. Penyambutan masih berlanjut, di mana para tamu itu diajak berkeliling melihat ruangan kelengkapan DPRD, seperti ruang fraksi dan ruang komisi.

Prosesi penyambutan ini, memang merupakan hal baru yang dilakukan di DPRD Kota Batam. Sebelumnya, penyambutan seperti ini tidak pernah dilakukan. Di bawah kepemimpinan Sekwan Guntur Saktilah ada suasana entertain di rumah wakil rakyat ini. Maksudnya, suasana penyambutan dibuat serileks mungkin dengan mengandalkan bagian PR DPRD dibantu pegawai sekretariat lainnya.

“Penyambutan ini tidak saja kami lakukan untuk para siswa yang terpilih di acara Andai Aku Wakil Rakyat versi Batam News ini, tapi juga terhadap tamu-tamu resmi kami lainnya,” kata Guntur, di sela penyambutan.

Menariknya, setelah briefing dilakukan oleh Romo, para siswa itu kemudian diajak menuju Ruang Rapat Paripurna. Di sana, mereka dipersilakan memilih kursi yang biasanya diduduki para wakil rakyat Kota Batam itu. Mereka juga diberikan arahan soal bagaimana tata tertib mengikuti jalannya Sidang Paripurna. Antusiasme siswa SLTA itu sungguh membanggakan hati. Pertanyaan-pertanyaan kritis tak henti-hentinya keluar dari mulut para pemenang lomba tulis yang diadakan Harian Pagi Batam News itu.

Pembelajaran berdemokrasi ini, setidaknya telah memberikan nilai tambah bagi para siswa. Praktik semacam ini, tidak mereka peroleh di sekolah. Puncaknya, hari Sabtu nanti (28/6), para wakil rakyat versi Batam News itu akan unjuk kebolehan di Ruang Rapat Paripurna. Mereka akan mengadakan sidang seperti wakil rakyat sesungguhnya. Menariknya, acara ini akan disiarkan secara langsung oleh Batam TV mulai pukul 10.00 WIB.

Begitulah yang dapat saya catat hari ini. Pertama, belajar berdemokrasi mestinya memang harus dilakukan sejak dini. Sebab, para siswa itu adalah para penerus kehidupan berbangsa di negeri ini nantinya. Mereka datang dari berbagai SLTA di Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun. Tentu tidak tabu bagi mereka untuk mengetahui hal-hal berbau demokrasi sejak dini.

Catatan saya kedua, ketika DPRD Batam tampil dengan gaya barunya, merespons tamu-tamu mereka yang datang secara resmi. Paling tidak, ini merupakan terobosan baru yang seharusnya memang dilakukan oleh DPRD manapun di sini. Sebab, DPRD pada hakikatnya adalah rumah rakyat, tempat menampung segala aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Maka, dia haruslah tampil lebih “manusiawi”.

Seperti kata Soerya, “Ini sungguh sebuah acara yang harus diapresiasi. Saya, secara pribadi dan sebagai Ketua DPRD Kota Batam, sangat menghargai upaya Batam News. Pembelajaran politik sejak dini perlu diberikan kepada para siswa, agar mereka tahu bagaimana suatu produk peraturan daerah dihasilkan di gedung dewan ini,” kata Romo.

Saya yakin, pernyataan orang nomor satu di DPRD Batam itu bukanlah sekadar basa-basi. Apalagi jika dikaitkan dengan aura Pemilu 2009 yang sudah di depan mata. Sebab itu, sebagai pimpinan Batam News, saya pun ingin menghaturkan terimakasih atas segala apreasiasi dan dukungan keluarga besar DPRD Kota Batam terhadap pembelajaran demorasi untuk para “wakil rakyat” kami itu.***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>