Jalan Berlubang Sambut Visit Batam Year 2010

Entah apa yang terjadi dengan Kota Batam akhir-akhir ini. Pembangunan semakin tak terencana dengan baik. Di mana-mana banyak terdapat kekurangan. Dari kaca mata awam, aku melihat sepertinya Batam semakin tak terurus. Padahal, dia punya dua majikan; Pemko Batam dan Otorita Batam. Bahkan, di atas dua majikan itu, masih ada satu majikan induk, yakni Pemprov Kepri. Tapi, Batam tetap saja dengan segala kekurangannya.

Rasanya, risih juga melewati beberapa jalan di sini dengan kondisi memprihatinkan. Tragisnya, jalan-jalan yang rusak itu terjadi di depan mata para turis maupun pendatang. Coba lihat jalan di depan Terminal Fery Internasional Batam Center. Jalannya rusak bukan main. Padahal, itu pintu masuk bagi para turis dari Singapura dan Malaysia. Entah apa yang ada dalam benak para penguasa Otorita itu. Tak malukah mereka? Atau memang kesadaran dan rasa memiliki terhadap Batam yang semakin terkikis?

Hebatnya lagi, jalan yang rusak itu masih berlanjut dari depan terminal fery internasional ke bundaran di depan Kantor Otorita. Buruk sekali kondisinya. Dan itu sudah berlangsung berbulan-bulan. Aku sampai mengumpat berkali-kali ketika melewati jalan itu jika memutar dari arah SPC menuju ke kantorku di Graha Pena. Rasanya, memang tak enak mengendarai kendaraan di kota ini. Banyak sekali jalan berlubang.

Tapi, tunggu dulu. Pemandangan serupa sebenarnya bisa kita peroleh sejak turun dari pesawat di Hang Nadim. Kalau dari bandara ke putaran Punggur sih, masih lumayanlah. Jalannya masih mulus, meskipun tetap saja labil karena bergelombang. Tapi, begitu di depan perumahan KDA atau Cendana, tepat di atas jembatan, perjalanan mulai terganggu, khususnya kalau Anda menuju ke bandara atau pelabuhan Telaga Punggur. Dulu sebenarnya lebih parah. Tapi setelah diperbaiki, mulai lumayan. Tapi itulah, karena sepertinya proyek itu tak terawasi secara baik, mulai berlubang lagi dan rusak di beberapa bagian. Terakhir, sudah selesai disemen lagi. Pokoknya, tambal-sulamlah.

Nah, waktu aku lewat di depan SPBU persis di depan Kantor DPC PDIP di Batam Center, aku kembali menyumpah dalam hati. Entah apa yang dikerjakan penguasa kota ini. Melihat jalan berlubang dan rusak parah, mungkin mereka tenang-tenang saja. Sebab, bisa jadi mereka jarang melewati jalan itu atau bahkan mobil mereka dari jenis tertentu, sehingga suspensinya masih baik dan tak terasa jika melewati jalan buruk tersebut.

Memang, kondisi jalan di depan DPC PDIP itu mulai diperbaiki. Mulai dilakukan pengecoran semen di salah satu lajurnya. Sedangkan di lajur dari Batam Center arah bandara, belum disemen. Mungkin tunggu coran yang satunya mengeras dulu. Tapi berani taruhan, jalan itu tak akan bertahan lama, karena aku lihat besi pelapis cor-corannya pun kecil-kecil. Tikar atau besi yang dijalin untuk melapisi corannya terlihat jarang-jarang. Mungkin hanya selapis. Sebab itu, kuperkirakan, meskipun jalan itu kelak sudah diaspal, tak akan bertahan lama. Paling hitungan setahun atau kurang sudah mengelupas kembali.

Nah, kalau sudah begitu, bisanya, baik Otorita maupun kontraktornya akan mencari kambing hitam. “Drainasenya kurang bagus, sehingga aspal kembali mengelupas” atau “Banyak lori bertonase besar, menyebabkan jalan tidak tahan”, atau masih banyak alasan lain yang bisa dipersiapkan kemudian.

Terserahlah, apapun alasan yang mereka kemukakan kelak. Yang jelas, kedua jalan yang kutuliskan itu, adalah contoh betapa jalanan di Batam saat ini masih jauh dari memadai. Kedua contoh di atas pun merupakan jalan yang hampir pasti dilalui para wisatawan, baik dari Hang Nadim maupun dari Terminal Fery Internasional Batam Center. Bahkan, posisinya di laman Pemko dan Otorita sendiri.

Kalau begitu, apa yang bisa kita andalkan untuk menyongsong Visit Batam Year 2010 nanti? Kalau turis tak menemukan kenyamanan, misalnya jalan yang buruk, berlubang, dan bergelombang di depan mata mereka, bahkan di depan mata Otorita dan Pemko sekalipun, bagaimana mungkin mereka akan menemukan impresi positif di kota ini? Ini baru satu sisi: kondisi jalan. Bagaimana yang lain? Jangan-jangan Visit Batam Year 2010 ini hanya “proyek” Pemko, sementara pihak Otorita tak mau tahu.***

One Response to “Jalan Berlubang Sambut Visit Batam Year 2010”

  1. ronnie Says:

    bnr bgt.. saya jg pernah jd korban jatuh dari spd motor gara2 nabrak lobang ketika saat melintasi jalan dkt simp kuda sei panas.. yg akhirnya saya terjatuh dan lecet motor saya jg lecet gara2 lobang yg terduga itu.. :(


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>