Istri Tak Lulus Tes CPNS, La Tahzan!

ISTRI saya, Sandra Mepa, SE, tidak lulus tes CPNS Pemprov Kepri tahun 2008. Itu saya ketahui semalam sebelum pengumuman resmi keluar di Batam Pos. Saya bertanya kepada salah seorang designer iklan di koran besar itu. Saya berikan nomor tes serta formasi yang diikuti istri saya. Namun, tetap saja istri saya penasaran bukan main. Malam sebelum pengumuman, dia tak bisa tidur. Tengah malam dia shalat tahajjud. Besar harapannya untuk bisa menjadi PNS, karena saya pegawai swasta.

Tapi apa boleh buat. Manusia hanya bisa berusaha, tapi Tuhan juga yang mentukannya. Pagi tadi, istri saya cepat-cepat menyambar Batam Pos yang kuyup oleh hujan dari tangan pengantar koran. Meskipun sudah tahu sebelumnya, dia perlu meyakinkan dirinya kembali. Saya melihatnya dari atas loteng rumah kami. Diam-diam, saya kasihan melihatnya membolak-balik halaman koran.

“Gak lulus, Yah,” katanya pelan, melihat ke arah saya.

“Sudahlah… gak apa-apa. Masih ada tahun depan,” kata saya sambil menuruni tangga, berjalan ke ruang tamu.

“Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita berpisah,” kata saya, mencoba bergurau. Dia cemberut.

“Kalau Bunda lulus, ‘kan harus tinggal di Tanjungpinang, sementara Ayah di Batam,” kataku lagi. Dia mencoba tersenyum, namun matanya menerawang jauh.

“Tapi, kawan-kawan Bunda kok banyak yang lulus, ya?” tanya dia.

“Itu rezeki mereka. Gak apa-apa. Jangan sedih. Yang penting, Dodi kan lulus juga, dia keluarga kita juga ‘kan?” saya masih berusaha menghiburnya. Dodi, adik laki-lakinya memang lulus di Pemko Tanjungpinang.

Istri saya ikut tes CPNS kali ini, betul-betul murni karena memang ingin melewati pengalaman seru itu. Tes tanpa dibeking oleh siapapun, tanpa minta tolong ke pejabat, misalnya. Padahal, apalah salahnya saya minta tolong ke pejabat ini atau pejabat itu, misalnya? Tapi, siapa sih saya? Siapa pula yang mau menolong tanpa pamrih?

Begitulah. Masih ada tahun depan, masih ada hari esok. Seperti sebuah kalimat yang banyak digunakan orang, “Pasti Allah SWT punya rencana lebih indah untuk istri saya, kelak”. Amin.***

4 Responses to “Istri Tak Lulus Tes CPNS, La Tahzan!”

  1. love Says:

    Bang Candra dan ibu yang baik,jangan sedih ya,biar tdk lulus kita selalu optimis,Tuhan punya rencana indah pada keluarga.selalu mengucap syukur dalam segala hal.saya dan suami selalu pasrah kepada Tuhan,kami wiraswasta di bidang Cargo,krisis ekonomi ada imbasnya pada kami,tapi kami percaya rezeki,Tuhan akan memberi kepada kami.salam sukses dari depok ya.


  2. candra Says:

    wah, terimakasih ya bu…
    ini sungguh sebuah motivasi bagi kami…
    salam sukses selalu


  3. Papa Hani Says:

    Pak Candra, saya tetangga belakang rumah H2 No:7. Kemarin saya juga coba ikut test CPNS di PEMKO Batam, tapi juga gak lulus. Tapi, saya yakin Allah SWT pasti tahu yang terbaik buat saya. Dan, semoga saya berharap tahun ini ada lowongan lagi buat saya dan saya bisa ikut test lagi.

    Ohya, kita bapak-bapak di RT 2 kalau sabtu malam rencana mau main badminton di Odessa. Kalau Pak Candra bisa gabung, tentu kami akan lebih senang.

    Biasanya kami barengan sama Pak Iwan, Pak Noe, Pak Pri, Pakdhe Darman, Pak Adil, Pak Yudhi, Pak Joseph, Pak Dendi, Pak Jaya, Pak Jajang. Dan rencana nanti pak Agus (Pak RT) juga mau gabung.
    Ditunggu konfirmasinya ke alamat email saya.

    Best Regards,
    Papa Hani


  4. Candra Says:

    Terimakasih pak komennya soal cpns. Oh ya, soal undangan main badminton, menarik itu… Tapi maaf, saya masih di Amerika, ini njawabnya juga lama, hehehe… trims.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>