Istri dan Anak Ujian, Pusing karena Macet
11 Dec 2008 Ruang Keluarga
ENTAHKAN mengapa pula, tiba-tiba hari ini hujan turun dengan lebatnya (bingung ‘kan, gaya bahasa apa ini?). Padahal, istri saya lagi dalam perjalanan dari Tanjungpinang menuju Batam. Habis ujian CPNS tadi. Betullah prakiraan cuaca yang saya lihat di televisi Malaysia kemarin. Katanya, di sekitar Johor, pagi berawan, petangnya hujan. Kan Batam tidak jauh dari Johor, hanya sepelemparan tombak, ha…ha…
Pagi tadi, untuk pertama kalinya saya mengantar anak ke sekolah. Pagi-pagi sekali saya sudah terbangun. Malam sebelumnya, saya harus mengajar anak belajar, karena ujian semester sudah dimulai di sekolahnya. Terpaksalah ajakan teman saya Ramon Damora dan Andra S Kelana untuk nyusu alias ngopi bareng di Mega Mall, semalam saya tolak. Alasannya, ngajar anak belajar.
Biasanya, ibunya yang lebih banyak mendampinginya belajar. Tapi, karena ibunya juga harus menghadapi ujian CPNS di Tanjungpinang, terpaksalah saya yang mengajarinya. Kan istri saya tak mungkin berangkat pagi-pagi dari Batam. Makanya kemarin, saya bujang lokal dan menjadi single parent, hi…hi…
Sampai di jalan menuju sekolah Abin, anak saya, macetnya minta ampun. Kendaraan bergerak inci demi inci, merayap perlahan. Istilah Jakartanya, “pamer paha” alias “padat merayap, pasrah tanpa harapan”. Maklum, di aula sekolah anak saya itu juga dijadikan tempat ujian CPNS Pemko Batam. Jadi, sudah bisa dibayangkan betapa padat jalan menuju sekolah tersebut. Konon, sekolah ini juga mendapat kunjungan Menpan Taufiq Efendi. Maka, makin bertambahlah kemacetan itu.
Saat sebelum masuk ke lingkungan sekolah, kondisinya malah lebih parah. Situasinya kacau-balau. Semua orang bergerak dari kediaman menuju tempat aktivitas masing-masing. Kendaraan padat sekali. Ditambah ulah metrotrans yang ugal-ugalan dan berhenti seenaknya di badan jalan, serta sepeda motor yang zig-zag.
Makanya, kepada Pak Wali Kota Ahmad Dahlan, jangan kapal penumpang saja yang dialihkan ke Bintan, tapi perlu juga dibatasi kendaraan yang beredar di Batam, terutama roda dua. Sebab, maaf ya kepada pengguna roda dua, karena ulah segelintir orang, Anda semua dituding membuat semakin kacaunya lalu-lintas. Sebab itu, meskipun ini menyangkut bisnis dealer dan produsen sepeda motor, Pemko Batam harus berani membatasi kuota sepeda motor di kota ini. Yah, tentu harus dibarengi oleh penyediaan angkutan pekerja bersifat massal oleh Pemko Batam, Otorita Batam, eh, Badan Pengusahaan Kawasan Batam, maupun Pemprov.
Sudah, ah. Saya makin ngelantur. Sebentar lagi mau ke Punggur, jemput istri. Mau tahu, bisa gak dia ngisi lembar jawaban tes CPNS tadi, he..he…***



December 11th, 2008 at 7:56 pm
moga istrinya lulus jadi CPNS.amin
December 12th, 2008 at 9:59 am
terimakasih ya bu ina…. amin
December 12th, 2008 at 6:44 pm
Bang Candra,di tempat saya juga SAWANGAN DEPOK(JABAR),DARI PAGI SAMPAI MALAM,karena ada MESJID KUBAH EMAS.Semoga ya ibu lulus. salam sukses selalu.GBU
December 13th, 2008 at 10:40 am
wah, surprise nih bu love…. trims ya… hehehe