Gila Tokoh, Tokoh Gila
21 May 2008 Gumam
Satu persatu, tokoh nasional meninggalkan negeri ini, bangsa ini, pergi menghadap Sang Khalik. Sophan Sopiaan, Bang Ali Sadikin, lalu SK Trimurti. Mereka pergi dalam kecamuk di dadanya yang tak kunjung padam. Terus membara, ingin melihat negerinya benar-benar merdeka dan sejahtera.
Namun, galibnya manusia, selalu saja tersisas cerita-cerita manis dari yang pergi. Media pun berbondong-bondong memberikan porsi hebat kepada ketiga alayarham itu. Padahal, semasa hidup, tak banyak media yang berani memberi tempat memadai kepada ketiganya. Biasa-biasa saja, sekadar memenuhi kebutuhan standar minimalis media.
Kini, setelah ketiganya pergi, semua media massa, utamanya media televisi dan koran, seakan berlomba-lomba hendak mencetak rating bagi stasiun TV-nya maupun tiras bagi korannya. Sophan diganung-agungkan, Ali Sadikin dielu-elukan, dan SK Trimurti didengung-dengungkan. Padahal, ketika ketiganya masih bernyawa, sekadarnya saja pemberitaan. Bahkan, SK Trimurti, janda pembuat naskah Proklamasi itu, sedikit sekali mendapat sentuhan media, bahkan orang-orang peduli padanya.
Hm.. inilah bangsa latah. Sangat latah malah. Ketika sudah tiada, lalu berbondong-bondong mengarahkan kamera dan kuli tinta ke persemayaman para orang hebat itu. Semua sisi baik di-blow up sedemikian rupa. Rindu akan sosok orang hebat, orang bersahaja, orang sederhana, orang jujur, dan orang keras prinsip. Intinya, negeri ini memang merindukan sosok orang-orang sedemikian. Namun tak cukup dengan itu, hanya rindu semata. Buktinya, tokoh yang muncul ke permukaan hari ini, akibat di-blow up media massa, mash itu ke itu saja, tidak ada tokoh yang benar-benar jujur, adil, kestaria, dan berazam membawa bangsa ini keluar dari krisis. Semua tokoh yang muncul adalah bulshit, oportunis, gila kekuasaan, gila harta, gila posisi, gila jabatan.
Ha..ha… Cukup sudah gumam kali ini. Nanti banyak yang marah pula. Macam saya betul saja. Kepada ketiganya, Sophan Sopiaan, Ali Sadikin, dan SK Trimutri, istirahatlah di sana. Sesungguhnya, kita semua menanti para pejuang seperti Anda. ***



Leave a Reply