Family Gathering Berbuah Gatal….

Asyik sih iya waktu ikut Family Gathering Batam Pos, Sabtu (26/4), di Batam View Beach Resort. Bisa santai, bisa main-main, ikut lomba, dan bersenang-senang dengan karyawan lain di lingkungan Batam Pos serta sedikit undangan dari grup Divre Batam. Tapi sialnya, pulang ke rumah, malah kaki yang jadi bengkak serta jari tangan bintik-bintik merah. Huuuh! Padahal, waktu undian lucky draw cuma dapat satu set cangkir teh, he..he.. thanks ya panitia.

Ceritanya, waktu karyawan lain asyik tanding voli, nyanyi, lomba fashion show, ada yang juga yang main jetski, saya bersama beberapa teman, seperti Wakil PU Bidang Usaha/Manajer Iklan Batam Pos Usep RS, Kabag Pemasaran Yusmirdawati, staf PU Batam Pos Vina, serta staf Umum Siska, mencoba naik banana boat. Awalnya, every thing is alright, baik-baik saja. Namun, di tengah laut, Usep ngasih kode ke jetski yang menarik banana boat kami agar dibalikkan. Jadilah di suatu tikungan, banana boat itu terbalik dan kami tumpah ke dalam laut. Beruntung semua sudah pakai baju pelampung seperti yang disyaratkan.

Nah, di sinilah malapetaka itu muncul. Vina merasa ada sesuatu menggigit kakinya ketika kami semua terjungkal dari banana boat.

“Aw… ini apa yah yang nggigit kaki Vina?” katanya dengan wajah kelelahan sambil berusaha mengayuh mendekati banana boat yang sudah menjauhi kami. Wajahnya meringis.

Susah payah, kami berhasil mendekati banana boat yang datang menghampiri kami setelah sebelumnya menjauh terseret jetski. Mungkin karena capek, mungkin juga karena kebetulan kami semua memakai celana jeans, jadinya badan tambah berat. Karena terburu-buru naik ke banana boat, saling berebutan, akhirnya banana boat itu terbalik sebelum kami berhasil naik ke atasnya.

“Dilepas aja, Pak, saya balikin dulu!” teriak nakhoda (atau apa ya?) jetskinya. Sesaat kemudian dia menggeber mesin jetskinya dan banana boat kembali ke posisi semula.

“Naiknya satu-satu dari dua arah, biar tak terbalik!” teriak nakhoda itu lagi. Kami menuruti instruksinya. Maklum, saya baru kali itu naik banana boat, mungkin yang lain juga begitu, kecuali Usep yang nampaknya sudah “berpengalaman”.

Tapi karena nafas sudah ngos-ngosan, naik ke banana boat itu juga memerlukan stamina yang fit. Saya berhasil menaikinya lebih dulu. Sampai di atas, Usep ternyata sudah naik juga. Barulah kami membantu cewek-cewek tadi. Berangkat!

Di tikungan selanjutnya, rupanya Usep tak puas dicemplungin sekali di dalam air. Dia kembali kasih kode ke nakhoda jetski. Byuur!!! Kami pun terpelanting lagi ke dalam air. Nah, saat muncul ke permukaan air itulah jari-jari tangan kiri saya tersengat sesuatu yang sangat tajam. Saya kaget dan spontan melihat ke permukaan air.

“Wah, ubur-ubur!” seru saya, sambil merasakan perih di jari manis dan tengah tangan kiri saya.

“Bapak kena juga, ya?” tanya Vina yang mengapung tak jauh dari saya.

“Iya nih, perih,” kata saya.

“Kaki Vina juga kena waktu terbalik pertama tadi,” katanya.

Barulah saya ingat bahwa ketika dia menjerit di tikungan pertama tadi, staf PU Batam Pos Socrates itu juga disengat oleh ubur-ubur.

Sama seperti kejadian pertama tadi, kami naik dengan susah-payah ke atas banana boat. Sampai di pantai, kru dari Batam View langsung membawa saya dan Vina ke pancuran air bersih. Setelah itu, dia menuangkan cairan cuka ke jari-jari saya dan kaki Vina. Selesai sudah pengalaman seru itu. Meski terasa masih perih, saya anggap serangan ubur-ubur itu sudah selesai.

Nah, sampai di rumah, barulah terasa ada sesuatu di jari-jari kaki kiri saya. Gatal dan terus bertambah gatal. Lama kelamaan, membengkak, gatal terus saja. Asyik juga menggaruknya. Saking asyiknya, bengkaknya malah bertambah.

Senin pagi saya ke kantor seperti biasa. Tapi sorenya, saya pulang lebih cepat. Saya ajak istri saya ke dokter memeriksakan kaki. Kata dokter, saya terkena sengatan ubur-ubur jenis biasa. Dia memberikan satu suntikan di pinggul saya dan dua jenis obat, satunya dioles, satu lagi dimakan.

Sampai kini, Selasa, bengkak kaki saya sudah berkurang. Tapi gatalnya itu loh, asyik sekali kalau digaruk. Kruukk…kruukk… Masih untung kena ubur-ubur jenis biasa. Kalau kena sengat yang disebut ubur-ubur api, kata dokter, bisa menghitam seperti ditato. Hiii….!!!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>