Embarkasi Batam Perbaiki Pelayanan
29 Nov 2008 Catatan Biasa
ALHAMDULILLAH, akhirnya masalah keterbatasan yang terjadi di Embarkasi Haji Batam, mulai tertangani. Setelah diberitakan berulang kali oleh Koran Batam News dan saya sentil sedikit di kolom candraibrahim.com yang dimuat juga di Batam News, banyak pihak kemudian mengambil peduli masalah ini. Padahal, sebelumnya, sedikit yang peduli, sampai-sampai petugas haji Riau mengancam akan mengalihkan JCH mereka tahun depan ke Embarkasi Padang, akibat kecewa dengan pelayanan di Embarkasi Batam.
Salah satu masalah yang cukup dirisaukan JCH tahun ini adalah soal suplai air bersih yang sempat macet, khususnya di Asrama Haji. Begitu juga soal listrik yang tak mau kalah dengan air. Padahal, dua-duanya dikuasai oleh Otorita Batam, yang ikut memiliki saham di kedua perusahaan tersebut, masing-masing PT Adhya Tirta Batam (ATB, untuk air) dan PT PLN Batam.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengaku gregetan terhadap ATB, perusahaan swasta yang memasok air bersih untuk Kota Batam, termasuk tentunya untuk JCH yang diinapkan di Asrama Haji Batam Center. ATB berkelit bahwa terganggunya pasokan air juga diakibatkan oleh matinya aliran listrik PLN yang juga digunakan untuk menggerakkan turbin pengirim air. Mereka juga mengaku sudah mengirimkan tanki berisi air untuk mengatasi situasi tersebut.
Kepala Bandara Hang Nadim Razali Abubakar sempat uring-uringan dan cemas terhadap menurunnya pelayanan bagi JCH di Embarkasi Batam. Padahal sebelumnya, Embarkasi Batam termasuk pelayan bagi JCH yang paling baik di Indonesia. Predikat itu sudah diperoleh beberapa kali.
Terakhir, semua stake holders bersepakat bahwa kondisi ini harus segera diatasi. Semua pihak mengambil berat terhadap masalah ini, termasuk pemerintah daerah, baik Provinsi Kepri maupun Kota Batam. Kabar menggembirakan, Riau menarik “ancamannya” yang semula hendak pindah ke Embarkasi Padang. Pihak Kanwil Depag Kepri sudah mengirim tim untuk membujuk Riau. Alasan lain, selain pihak Embarkasi Batam akan berusaha memperbaiki pelayanan, Riau dengan Kepri masih satu rumpun, dulu dari provinsi yang sama.***



Leave a Reply