Batam News Terus Bergerak Mencari Celah Pasar

Untuk ke sekian kalinya Koran Batam News terbit di hari libur nasional. Besok pagi, Kamis (1/5), bertepatan dengan hari besar nasional, koran yang menjadi second line-nya Batam Pos ini tetap mengunjungi pembacanya yang umumnya tersebar di Batam dan sekitarnya. Artinya, saya dan teman-teman pengelola Batam News mencoba mencari celah pasar yang ditinggalkan koran grup kami yang lain, Posmetro. Sebab, setiap hari besar nasional, koran kriminal itu memilih off. Hanya saja, di hari Minggu, mereka tetap terbit, sedangkan kami tidak.

Dengan demikian, sebenarnya segmen pembaca Koran Batam News dengan Posmetro hampir sama, yakni mereka yang memiliki budget terbatas untuk membeli koran harga seribu rupiah. Namun, sering saya katakan pada teman-teman, bahwa sebenarnya segmen pembaca Batam News dengan Posmetro tidaklah sama persis. Hanya saja, sebagai koran baru, Batam News tentu akan kepayahan mencari celah pasar di harga yang sama dengan koran lain yang sudah lebih dulu hadir. Itulah sebabnya, kami mencoba terbit ketika Posmetro istirahat. Karena dengan demikian, kami bisa mempromosikan Batam News dengan biaya murah. Kami tidak perlu mengalokasikan dana khusus untuk mempromosikan sekaligus mensosialisasikan Batam News ke tengah pembaca di Batam khususnya.

Namun demikian, bukan berarti bahwa segmen pembaca Batam News adalah pembaca koran kriminal yang
“ditinggalkan” Posmetro pada hari mereka off. Tidak sama sekali. Hanya saja, kebetulan segmennya di harga yang sama, sehingga adalah wajar jika terjadi kemiripan dalam mencari celah pasar. Seperti disebutkan di atas, motivasi saya dan teman-teman menghadirkan Batam News di hari Posmetro off adalah agar kami bisa mempromosikan serta mensosialisasikan Batam News dengan biaya murah. Cukup dengan terbit saja, tanpa perlu biaya khusus.

Segmentasi pembaca Batam News, akan berusaha kami tingkatkan terus, sehingga tidak terjebak menjadi koran kelas bawah. Kami juga ingin menjadikan korani ini sebagai salah satu referensi pengambil kebijakan di provinsi ini. Paling tidak, hal itu pernah kami buktikan setelah mengangkat isyu sensitif soal kekecewaan masyarakat Pulau Terong, Batam, yang mengancam akan bergabung ke Kabupaten Karimun. Pasalnya, mereka mengaku tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh Pemko Batam. Hasilnya, pada hari liputan khusus itu kami turunkan ke pambaca, berbondong-bondonglah anggota DPRD Batam bersama beberapa pejabat Pemko Batam turun melihat kondisi pulau tersebut. Thank’s to big boss Pak Rida yang atas ide lipsus tersebut.

Bukti lain bahwa Batam News tidak ingin terjebak menjadi koran kelas bawah, beberapa iklan berkelas kini dimuat di koran ini. Sebut saja misalnya Telkomsel, Arsikon Group, Ramayana, Golden Truly, Honda, Permata Regency, serta beberapa iklan bergengsi lainnya, mulai rutin terbit di Batam News sejak beberapa bulan belakangan ini.

Di sisi lain, setelah beberapa kali Batam News terbit di hari besar nasional itu, tirasnya terus bertambah. Bahkan kini, meski dengan jumlah halaman yang sudah berkurang sejak April lalu dari 16 menjadi 12, alhamdulillah, tidak terjadi “goncangan” pasar Batam News. Pendapatan iklan begitu juga. Selama empat bulan dari Januari hingga April 2008, pencapaiannya tetap di atas proyeksi.

Ke depan, tanpa bermaksud mendahului ketentuan Tuhan, saya dan teman-teman hakkul yakin bahwa Batam News akan terus tumbuh. Sebab, trendnya, sejauh yang bisa saya amati sejak dipercaya memimpin unit usaha PT Sijori Interbintana Pers itu, terus menunjukkan pertumbuhan, baik di sisi penjualan koran (tiras) maupun pendapatan iklan. Dengan demikian, insya Allah, pekerjaan saya dan teman-teman di bagian iklan, pemasaran, dan redaksi, serta dibantu unit-unit lain, tidak akan sia-sia belaka. Amin.***

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>