Batam Diancam Krisis Air

PADAHAL, sudah sejak lama kita tahu bahwa Batam bakal krisis air bersih. Padahal, sudah maklum pula kita bahwa persediaan air di Batam kelak hanya mampu mencukupi sekitar satu juta penduduk. Itupun jika ditunjang dengan teknologi tinggi yang bisa dikembangkan oleh Adhya Tirta Batam (ATB), penyedia air bersih, kelak pada saatnya. Artinya, dengan teknologi yang dipakai saat ini, belum tentu ATB bisa menyuplai air untuk sejuta penduduk.

Anehnya, kita masih tenang-tenang saja. Pemerintah tenang-tenang saja, pengusaha biasa saja, masyarakat cuek saja. Padahal, ancaman ledakan penduduk begitu nyata di depan mata. Apalagi misalnya kelak ketika Batam benar-benar sudah memasuki masa free trade zone, sudah hampir dipastikan akan terjadi ledakan penduduk, terutama pencari kerja. Terus, mau minum apa nantinya kalau ledakan itu benar-benar terjadi?

Hari ini, kalau terjadi pemadaman air, kita semua mencak-mencak, kita semua marah ke ATB, dan kita semua mengutuki perusahaan swasta penyedia air bersih itu. Padahal, matinya aliran air ATB kadang juga disebabkan suplai power listrik dari PT PLN Batam juga sedang off alias mati, sehingga tidak bisa menggerakkan turbin untuk mengirim air ke rumah-rumah, ke kantor-kantor, ke perusahaan-perusahaan, ke ruko-ruko.

Pernah Pemko Batam mencoba mengantisipasi ledakan penduduk itu, misalnya dengan memberlakukan peraturan daerah kependudukan (perdaduk), namun ditentang ramai-ramai. Hampir semua kita marah dengan kebijakan tersebut. Alasan kita, adalah hak setiap warga negara RI untuk datang dan menetap di manapun di setiap wilayah NKRI. Padahal, Pemko hanya mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, di samping angka kelahiran di Batam sendiri lumayan tinggi.

Nah, ketika perdaduk itu dijalankan oleh Pemko, semua kita protes. LSM, forum, paguyuban, pers, beramai-ramai menghantam kebijakan tersebut. Alasan seperti di atas selalu didengung-dengungkan. Di sini, Kepri dan Batam, memang gudangnya orang-orang yang hanya bisa mengeluarkan pernyataan protes, tanpa pernah mampu memberikan solusi. Terlalu banyak para oportunis di sini. Di sini tempat berkumpulnya semua “yang aneh-aneh” dari luar sana. Mereka menjadikan kota ini sebagai daerah garapan baru, daerah perburuan baru. Namun, mereka tak mau mengikuti berbagai aturan di sini.

Soal ancaman ledakan penduduk itu, memanglah merupakan ancaman serius bagi kita semua di sini. Apalagi soal air, sememanglah sangat serius ancaman itu. Ini disebabkan bahwa di Batam tidak memiliki sumber mata air seperti daerah-daerah lain. Di sini tidak ada sungai besar, ngarai, pegunungan, apakagi air terjun yang bisa dimanfaatkan.

Di sini hanya ada air resapan dan air yang dikumpulkan di dam-dam dan waduk-waduk. Sumber airnya, dari hujan dan dari air permukaan, termasuk air sisa dari rumah tangga, ruko, kawasan industri, ruko, perumahan, yang diolah kembali. Teknologinya jelas sangat mahal dan memerlukan investasi yang tidak kecil. Kita selalu saja bilang, “Ah, itu ‘kan tugas pemerintah menyediakan air bagi rakyatnya”. Semuanya?

Nah, ketika ATB hendak menaikkan tarifnya, lagi-lagi kita hanya bisa protes keras, marah. Padahal, ketika Perdaduk ingin diterapkan oleh pemerintah, kita juga mencak-mencak, takut sanak saudara kita tak bisa mencari penghidupan di Batam. Takut penyebaran suku, etnis, puak, dan paham kita tak bisa pula dikembangkan di sini. Sekarang saja penduduk kota ini sudah 800 ribuan jiwa. Sungguh mengenaskan sebenarnya kita. Kalau begitu, tunggu sajalah ledakan penduduk itu dan kita semua harus memeras handuk untuk mendapatkan beberapa tetes air, kelak di suatu hari.***

4 Responses to “Batam Diancam Krisis Air”

  1. artofreed Says:

    Wah katanya iya tuh Batam mulai krisis air dan ATB ga lagi kasih instalasi saluran air baru.

    Kebanyakan Ruli-nya ya jadi ga cukup.

    Padahal danau penampungan airnya kan cukup luas juga… he he he


  2. willyanti Says:

    batam krisis air?
    kok bisa|
    padahal air segitu banyak, n bekatlaut lagi
    Pekanbaru aja gak bilang kekurangan air walau air-nya macet2 gitu
    hahahah

    salam kenal

    kunjungi http://kuesionerblogging.site90.net/
    please fill it
    thx


  3. Candra Says:

    Yah, salah satu penyebabnya, di Batam gak ada mata air… kalo air laut, aciiiiiiiinnnn…. he he he


  4. Candra Says:

    Untuk Wilyanti, oke deh, ke TKP… see you..


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>