Basis Massa dan Dukungan
17 Mar 2010 Catatan TP
SEORANG teman meminta saya segera menulis di kolom ini, beberapa hari yang lalu. Dia risau, tahapan Pemilukada Kepri sudah berjalan hingga pemeriksaan kesehatan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, namun masih terkesan adem-ayem saja. Buktinya, kata dia, pejabat yang mestinya sudah diganti, karena aturan mengikuti pemilukada, masih bercokol di posisinya saat ini. Selain itu, tim-tim sukses, katanya lagi, belum nampak bergerak menghimpun massa dan melakukan sosialisasi.
Saya dapat memahami kerisauannya, karena jika dilihat sekilas, memang gaung Pemilukada Kepri tak seriuh daerah lain yang juga tengah memasuki tahapan tersebut. Di Kepri, pada saa yang sama, 26 Mei 2010, akan dilaksakan pemilukada serentak di tiga kabupaten, masing-masing Bintan, Lingga, Anambas, serta Provinsi Kepri. Dari keempat pemilukada tersebut, yang paling menyita perhatian adalah pemilukada tingkat provinsi. Sampai saat ini, masih tercatat empat pasangan yang akan maju, yakni Aida Zulaika Nasution - Eddy Wijaya, Huzrin Hood - Wan Adib Zain, HM Sani - Soerya Respationo, dan Nyat Kadir - Zulbahri. Dari keempat pasangan, Huzrin dikabarkan belum “aman” karena persyaratan hukumnya belum clear benar.
Namun, bukan soal sosialisasi yang akan saya tulis kali ini, sebab secara diam-diam, keempatnya sudah melakukan “turun ke bawah” sejak lama, sebenarnya. Bukan juga soal pemberhentian pejabat yang ikut bertarung. Sebab, setelah KPUD Kepri mensahkan sebagai pasangan calon nanti, pastilah pejabat tersebut diganti. Begitu pikir saya. Akan tetapi, yang menarik disimak adalah bagaimana kira-kira komposisi dukungan dan sebaran suara bagi keempatnya.
Kita mulai dari Aida-Eddy, sesuai urutan abjad. Pasangan ini didukung oleh Partai Golkar, PPP, PKB, dan beberapa partai kecil lainnya. Jumlah dukungan konon sampai 36 persen raihan suara Pemilu 2009. Jika dilihat dari daerah sebaran suara, diperkirakan pasangan ini akan lebih merata dibanding pasangan lainnya. Aida, selain dikenal sebagai anggota DPD RI, juga dikenal sebagai istri Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Suaranya diyakini tersebar di seluruh wilayah di Kepri. Terbesar diperkirakan ada di Batam, karena nama sang suami dan dia sendiri sudah populer di pulau industri tersebut. Nama Eddy sebagai pasangan, diperkirakan tidak akan memberikan kontribusi signifikan. Pasalnya, di kalangan orang Melayu sendiri dan masyarakat grass root, sosok Eddy tidak begitu populer. Praktis, kekuatan pasangan ini hanya akan bertumpu pada sosok Aida, nama besar sang suami, dan mesin politik yang ditopang oleh Golkar dkk. Itupun bukan jaminan, karena di internal Golkar sendiri diprediksi akan terjadi “perpecahan” karena yang diusung bukan dari internal partai. Selain itu, munculnya nama Eddy disinyalir bernuansa KKN, karena Eddy memiliki hubungan keluarga dengan Ketua DPD Partai Golkar Kepri Ansar Ahmad.
Kekuatan Aida, menurut prediksi, banyak pula bermain di sekitar pemilih wanita. Sebab, dia merupakan salah satu sosok yang sering berhubungan dengan berbagai organisasi wanita dan pengajian kaum hawa. Selain itu, Aida juga dikenal murah hati terhadap organisasi kaum hawa tersebut. Hubungan ini sudah dia bangun sejak bertahun-tahun. Boleh dibilang, tak ada pasangan lain, sampai hari ini, yang memiliki hubungan emosional dengan pemilih wanita sebaik Aida.
Pasangan Huzrin-Adib merupakan pasangan yang lahir paling belakangan. Usungan PAN, Gerindra, dan beberapa partai kecil ini, muncul di saat-saat akhir pendaftaran, setelah pasangan lain mendapatkan perahu. Terlepas dari apakah pasangan ini kelak benar-benar lolos dariverifikasi atau tidak, banyak yang memperkirakan bahwa pasangan ini bukanlah merupakan kombinasi yang tepat. Pasalnya, hanya nama Huzrin yang sudah dikenal, sementara Adib merupakan “wajah baru” di Kepri. Adib yang merupakan salah satu pengurus di DPP PAN itu selama ini lebih dikenal sebagai “anak Natuna” yang berkiprah di tanah Jawa. Suka atau tidak, namanya belum terlalu dikenal.
Munculnya nama Huzrin, sesungguhnya akan mengganggu pasangan lainnya, yakni Sani-Soeryo. Pasalnya, basis massa kedua calon ini diperkirakan sama, yakni Karimun. Meskipun Karimun adalah pemilih nomor dua terbesar setelah Batam, namun “perpecahan” dukungan untuk Huzrin dan Sani sesungguhnya akan menguntungkan calon lain, baik Nyat-Zulbahri maupun Aida-Eddy. Dengan organisasi Gerak Keris dan latar belakang keterlibatannya dalam perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin diyakini masih akan mendapat dukungan dari mereka yang terlibat secara emosional. Keterlibatannya dalam paguyuban Among Mitro, sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap raihan suara Sani-Soeryo. Artinya, jika dilihat dari sisi dukungan etnis, maka masyarakat asal Jawa akan merapat ke Soeryo yang sering disapa sebagai Ki Lurah maupun Huzrin dengan Among Mitronya.
Lalu, di mana sebenarnya basis dukungan Huzrin-Adib? Selain di Karimun, sedikit Bintan, Batam, Tanjungpinang, juga akan terdapat di kampungnya Adib, Natuna dan Anambas. Namun demikian, karena pemilih terbesar ada di Batam, sekitar 702 ribu dari sekitar 1,3 juta pemilih se-Kepri, pasangan ini diperkirakan tidak cukup kuat untuk mendulang suara, apalagi keluar sebagai pemenang. Sebab, “sorry to say”, baik Huzrin maupun Adib, tidak punya basis massa riil di Batam dalam jumlah besar. Selain itu, tentu dipengaruhi juga oleh faktor pecahnya suara Jawa antara ke Sani-Soeryo atau Huzrin-Adib.
Bagaimana dengan Nyat-Zulbahri? Kalau boleh jujur, jika dilihat dari komposisi cagub dan cawagub, inilah pasangan paling menarik. Jika Melayu, Jawa, dan Batak diperkirakan akan menyebar ke semua pasangan, maka etnis Minang hanya diwakili oleh satu-satunya nama, yakni Zulbahri. Ini artinya, suara Minang diperkirakan akan lebih terjaga dengan kemungkinan lari lebih kecil dibanding calon lainnya. Zulbahri sudah membuktikannya ketika berhasil meraih kursi DPD RI tahun lalu.
Selain itu, nama Nyat sebenarnya bukan orang baru di jagad pemerintahan di Kepri. Anak Lingga itu pernah menjadi Wali Kota Batam, juga berpasangan dengan “urang awak” Asman Abnur. Tahun 2005 yang lalu dia berpasangan dengan Soeryo ke kursi Kepri 1, namun kalah dengan Ismeth-Sani. Nyat-Soeryo menang di dua kabupaten, Karimun dan Natuna, namun kalah tipis secara keseluruhan. Selanjutnya, perjalanan Nyat yang dikenal berani itu terseok-seok. Pernah jadi Ketua DPW PKB Kepri, namun dipecat oleh Muhaimin akibat berpihak ke Gus Dur. Selanjutnya pernah digadang-gadang sebagai Ketua Demokrat Kepri, namun terganjal oleh tangan-tangan kekuasaan. Dia selanjutnya ditabalkan sebagai Ketua Dewan Pakar DPW PKS Kepri. Artinya, ketika Nyat Kadir kemudian diusung oleh Demokrat dan PKS pada pemilukada tahun ini, tentulah sesuatu yang fenomenal. Pasalnya, pascakekalahan di Pilkada 2005, otomatis dia tidak punya jabatan struktural di pemerintahan dan partai, namun berhasil mencuri hati partainya Presiden SBY tersebut. Dia juga beruntung, karena ditopang oleh partai dengan massa loyal, PKS.
Pasangan terakhir berdasarkan abjad adalah Sani-Soeryo. Meski sudah disinggung di atas, pasangan ini diyakini punya kans yang cukup besar. Satu di antaranya, HM Sani saat ini tercatat sebagai calon “incumbent” karena posisinya sebagai wakil gubernur. Bahkan, dia juga akan menjadi gubernur selama beberapa bulan, jika Ismeth sudah jadi terdakwa sampai pelantikan gubernur/wakil gubernur terpilih. Suara pasangan Sani-Soeryo, selain akan tersebar di Karimun, Pinang, Natuna, juga Batam. Pasangan ini juga beruntung, karena mesin utamanya adalah PDIP, sebuah partai juga dengan pemilih loyal.
Tinggal lagi, adu strategi dan politik pencitraan yang harus mereka mainkan secara maksimal. Semua tim sukses harus bekerja secara baik, semua mesin partai harus bergerak secara simultan. Jika pemilih masih pragmatis, adalah sebuah kenyataan. Lebih dari itu, mari kita hindari cara-cara tidak manusiawi, politik uang, atau melakukan “black campaign”, menjelek-jelekkan calon lain, serta menjual isyu-isyu murahan, seperti merasa “dizalimi”. Siapa yang menzalimi siapa? Bukankah politik itu adalah sebuah siklus semata, seperti juga siklus pergantian rezim, misalnya? ***
Catatan: tulisan ini sudah dimuat di Tanjungpinang Pos, edisi Rabu (17/3).



June 29th, 2010 at 11:47 pm
Buy:Zocor.Wellbutrin SR.Zetia.Seroquel.Lipitor.Nymphomax.Prozac.SleepWell.Cozaar.Lipothin.Female Cialis.Amoxicillin.Lasix.Aricept.Advair.Ventolin.Acomplia.Buspar.Female Pink Viagra.Benicar….
August 30th, 2010 at 12:19 pm
Presser http://hpouffeyok.BEDROOMPROPERTY.INFO/tag/Job+Position+Presser+Clothes/ : Job…
Clothes…
September 15th, 2010 at 10:20 am
Amplifiers http://vcv.0n3.ly1.co : Car…
Car…