Bawa Abon Ayam, Terhindar “Secondary Inspection”
11 Mar 2009 Dari Amerika
Menjelajah Amerika, dari DC ke San Francisco (5)
Read the rest of this entry »
SETELAH turun dari bus khusus yang membawa penumpang dari ruang kedatangan ke gedung utama, saya dan kawan-kawan serta penumpang lain mulai antre di depan petugas imigrasi yang akan mencop paspor. Seperti negara lain, di sini ada juga line khusus bagi pemegang paspor Amerika (citizen) dan ada line lainnya bagi foreigners. Karena ingin cepat sampai ke tempat pengambilan bagasi, saya dan teman-teman jurnalis lainnya berpisah di beberapa meja petugas imigrasi.
Terbang 12 Jam, “Menikmati” Cuaca Buruk
4 Mar 2009 Dari Amerika
Menjelajah Amerika, dari DC ke San Francisco (4)
Read the rest of this entry »
SETELAH transit sekitar dua jam di Narita, penerbangan dilanjutkan, masih dengan pesawat yang sama, United Airlines, dengan tujuan Dulles International Airport Washington DC. Kali ini benar-benar bakal menjadi perjalanan panjang dan melelahkan. Dua belas jam penerbangan dengan perbedaan waktu bagai langit dengan bumi. Saya agak exited, karena akan berada pada zona waktu yang berbeda. Beda waktu Indonesia dengan DC, memang bagai siang dengan malam: persis 12 jam.
Kelebihan Cairan, Ditinggal di Narita Jepang
2 Mar 2009 Dari Amerika
Menjelajah Amerika, dari DC ke San Francisco (3)

PERJALANAN Jakarta-Singapura kami tempuh dalam waktu lebih kurang satu jam. Sampai di negara singa itu sekitar pukul 20.00 WIB atau satu jam lebih cepat dalam waktu setempat. Aneh juga rasanya, kalau saya yang dari Batam harus lewat Jakarta untuk ke Singapura. Padahal, lewat laut dari Harbour Bay cukup 45 menit. Tapi, namanya juga rombongan, trus di Embassy AS di Jakarta harus ikut briefing lagi, makanya harus iku rute yang sudah ditetapkan panitia.
Read the rest of this entry »
NPWP Tertinggal, Berharap Pesawat Delay
2 Mar 2009 Dari Amerika
Menjelajah Amerika, dari DC ke San Francisco (2)
BAIKLAH, saya akan mulai bercerita soal persiapan keberangkatan. Misalnya, bagaimana saya kemudian pusing mencari baju dingin alias jaket untuk dibawa ke sana nantinya. Mulailah saya ajak sahabat saya Andra S Kelana untuk cari-cari “baju salju”. Awalnya kami surfing ke beberapa toko di Nagoya. Namun, saya tidak sreg, karena dari informasi yang saya dapatkan, suhu di beberapa tempat di Amerika kelak bisa minus 4 derjat celcius, sementara baju yang dijual di Batam kebanyakan untuk suhu tropis. Kalaupun ada jaket kulit, baru untuk kelas “musim dingin” ala Indonesia.
Read the rest of this entry »


