Berhari Raya di Penyengat
27 Sep 2008 Ruang Keluarga
Kemarin, istri dan anak-anak saya sudah mudik ke kampung nenek mereka, di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Seperti biasa, setiap kali mudik, saya antar mereka ke Telagapunggur. Setelah memastikan tiket Baruna dan masuk ke ruang keberangkatan, saya meninggalkan mereka. Saya sendiri berencana menyusul beberapa hari lagi.
Sambil menuju jalan keluar lokasi pelabuhan, saya lihat areal parkir di samping gudang parkir lama sudah hampir kelar. Nampaknya, tempat parkir tersebut bisa menampung ratusan mobil. Saya lihat, parkir di areal utama atau di depan bangunan terminal, juga sudah mulai teratur. Entahlah nanti kalau arus mudik sudah semakin ramai.
Read the rest of this entry »
Sepi Idul Fitri
23 Sep 2008 Catatan Lepas
Sejak dua pekan belakangan, kalau Anda simak, hampir semua stasiun radio di Malaysia dan Singapura, terutama Warna FM dan Ria FM di Singapura, sudah sibuk memutar lagu-lagu bertema Hari Raya. Demikian pula iklannya, sudah banyak diwarnai iklan seputar barangan lebaran. Ada iklan baju kurung, iklan VCD lebaran, kue-mue, sampai iklan berinfak menjelang tutup Ramadan.
Lagu-lagu Hari Raya versi Melayu Malaysia atau Singapura bisa di-download (ah, saya tak suka pakai kata diunduh) dari internet. Dalam istilah Malaysia, bisa dimuat-turun (lebih elok bukan?) ke PC, laptop, atau langsung ke USB. Tentu ini untuk kalangan sendiri, bukan untuk diperbanyak melalui CD. Caranya gampang, tinggal buka google, lalu ketik Lagu Hari Raya.
Read the rest of this entry »
Insya Allah, Jadi ke Amerika
20 Sep 2008 Catatan Biasa
Setelah mendapatkan persetujuan dari big boss Riau Pos Group Pak Rida K Liamsi, saya kemudian membincangkannya lebih serius dengan keluarga, terutama istri dan anak-anak saya. Sebab, rencana kepergian ke Amerika mengikuti International Leadership Visit, Januari 2009 nanti, akan sedikit banyak menambah pengalaman saya. Selain itu, meninggalkan pekerjaan dan keluarga dalam waktu sebulan, tentu harus ada konsekwensi yang saya hadapi.
Namun syukurlah, akhirnya, istri saya yang semula agak keberatan, bisa menerima berbagai alasan saya.
“Ya, itu ‘kan demi menambah pengalaman Ayah juga,” begitu alasan istri saya menyadari.
“Iya, Yah. Tapi nanti ajak Abin ya, Yah,” timpal anak pertama saya. Hm… padahal, manalah dia ngerti. Umurnya saja belum lagi tujuh tahun.
Read the rest of this entry »
Bos Beri Izin, Entahlah Keluarga…
18 Sep 2008 Catatan Biasa
Akhirnya, saya dapatkan jawaban dari big boss, Pak Rida K Liamsi. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada saya. Namun yang jelas, menurut dia, itu adalah kesempatan langka, yang tentu saja sayang untuk dilewatkan begitu saja. Uuhh…saya benci situasi ini.
Read the rest of this entry »
Menolak, Tetap Dibujuk Konsulat
18 Sep 2008 Catatan Biasa
Saya betul-betul bingung. Namun di sisi lain, saya merasa sangat tersanjung. Pasalnya, meskipun saya sudah mengirimkan SMS ke Konsul AS di Medan Mr Sean B Stein bahwa saya tidak bisa memenuhi undangan pihak AS ke Amerika, Januari mendatang, namun kemarin saya kembali ditelpon. Kali ini soerang staf Konsulat yang menelpon. (Baca juga “Menolak ke Amerika”).
Read the rest of this entry »
Menolak ke Amerika
17 Sep 2008 Catatan Biasa
Saya baru saja membuat keputusan cukup penting dalam hidup saya. Padahal, ini adalah kesempatan langka bagi seorang jurnalis seperti saya, yakni pergi ke Amerika, mengunjungi empat negara bagian dan beberapa penerbitan di negara Paman Sam itu.
Read the rest of this entry »
Mudik (Bukan) Kampungan
16 Sep 2008 Catatan Lepas
Ketika kuliah dulu, ada pernyataan Rektor Unri Prof M Diah Zainuddin (bukan Muhctar Lutfie seperti tertulis sebelumnya, pen) yang sampai sekarang masih melekat di ingatan saya. Katanya kira-kira begini:
“Mahasiswa yang pulang kampung setiap lebaran itu kampungan”.
Read the rest of this entry »


