Lukman Edy Menggoyang Gus Dur?

Jika Anda jeli melihat dua deretan foto di halaman depan blog ini, Anda benar. Itu adalah dua ekspresi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal HM Lukman Edy, ketika kami ajak untuk berfoto bersama, ketika dia hadir ke Batam, berkaitan persiapan acara Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Batam, beberapa hari berikutnya.

Read the rest of this entry »

Sambil Menyelam di Optik Planet

Asyik juga sambil shopping menawarkan calon klien untuk memasang iklan di koran. Itulah yang saya lakukan bersama Manajer Iklan Harian Batam News Dewi Febsuri ketika kebetulan bertemu di Optik Planet, Mega Mall, Batam Center, Ahad malam (30/3). Awalnya, cuma bermaksud memiih-milih gagang kacamata buat istri saya yang datang bersama saya ke optik tersebut. Eh, ternyata di sana sudah ada Dewi bersama si kecil Kayla, sementara suaminya, Adrian, saya lihat lagi asyik menikmati ayam goreng di sebuah outlet fried chiken.

Read the rest of this entry »

Makan Malam Bareng Kru Batam News

Pukul 20.30 WIB tadi (Jumat), saya diundang anak-anak Harian Batam News (Grup Riau Pos/Batam Pos) makan malam di Pondok Ikan Bakar Batam Center. Padahal, di saat yang sama ada acara bersama biro iklan Jakarta yang bertandang ke Batam Pos Group, termasuk Batam News. Acaranya sama, makan malam. Karena saya pikir dua acara itu sama pentingnya, maka saya pilih makan malam bersama anak-anak Batam News. Untuk dinner bersama biro iklan, saya utus Manajer Iklan Batam News Dewi Febsuri, karena Pimpinan Perusahaan saya, Ismanto, anaknya sedang sakit. Toh, para petinggi Batam Pos sudah ada juga menemani biro iklan tersebut. Rencananya, mereka Sabtu pagi besok ke Singapura seharian dan malamnya kembali ke Batam. Ahad lusa baru balik ke Jakarta.

Read the rest of this entry »

Peluang Balik ke Partai ?

Entah karena kebetulan atau apa, ternyata tulisan saya tentang “Pemred (Tak Boleh) Masuk Partai” terjawab siang ini. Setelah Jumat, di Masjid Raya, saya kembali ke kantor yang letaknya persis di depan Masjid Raya Batam. Saya terlanjur janji dengan Pemred Batam TV Andra S Kelana dan Pemred Batam News (keduanya Grup Batam Pos) Rizal Saputra untuk pergi makan siang di Tanjungriau. Di sana, lauknya khas sekali dengan menus spesial: sembilang asam pedas…hmmmm…nak..enak..enak..

Nah, baru saja meletakkan pantat di kursi, datanglah Pemred Posmetro Ramon Damora.

“Bang, kita diajak Pak Rida makan siang di Batubesar,” katanya.
“Ah, Anda aja mungkin, saya tidak,” tolak saya.
“Ah Abang, kalau tak, ngapain saya berlari-lari ngejar Abang ke kantor. Ayolah,” katanya.

Read the rest of this entry »

Pemred ala Otomatis Romantis

Filmnya memang sudah turun dari studio 21 di tanah air. Namun, ada yang tersisa dari peran yang dimainkan Marsha Timothy (benar gak, ya, tulisannya?) sebagai pemimpin redaksi (pemred) sebuah majalah di film tersebut. Kayaknya, jadul sekali karakter yang dia mainkan. Padahal, setting filmnya zaman sekarang, zaman mutakhir. Lho, apa hubungannya antara setting dengan peran Marsha yang jadul itu?

Begini ceritanya:
Di film Otomatis Romantis itu digambarkan sosok pemred yang diperankan Marsha adalah wanita keras, tegas, tanpa pandang bulu. Bahkan, di beberapa dialog terkesan sangat naif, introvert, dan munafik dalam hal percintaan. Masa iya, pemred begitu berkuasa, bahkan menjadi muara dari semua persoalan di penerbitan? Namun, di adegan lain, dia digambarkan sebagai seorang wanita yang amat rapuh dan cengeng, ketika bicara soal cinta. (Ingat adegan ketika tiga perempat tubuhnya masuk ke bawah tempat tidur, sementara dari batas leher hingga kepala tersembul keluar, karena pusing soal asmaranya dengan Tora Sudiro yang berperan sebagai karyawan bagian umum?)

Lalu, ingat juga ketika dalam sebuah adegan digambarkan bahwa pemred bisa memutuskan untuk meloloskan usulan pinjaman uang dari seorang karyawan? Bah! Pemred apa pula ketika dia bisa “mencampuri” urusan usaha sebuah penerbitan? Bahkan, di pintu ruang kerjanya tertulis “Pimpinan Redaksi”, yang seharusnya Pemimpin Redaksi. Ini ada filosofinya, bahwa pemred bukanlah seorang “pimpinan” yang memiliki konotasi bisa “menguasai”. Namun dia adalah seorang “pemimpin” dari sebuah komunitas yang lebih sejuk. (Soal ini, pernah disinggung sedikit dalam blog sahabat saya, Ade Adran Syahlan).

Read the rest of this entry »

Pemred (Tak Boleh) Masuk Partai

Ketika masih bertugas di Pekanbaru, saya aktif di salah satu partai politik tingkat Provinsi Riau. Duduk sebagai salah satu pengurus harian, membuat akses saya ke orang parpol cukup terbuka. Hal itu membuat keasyikan tersendiri bagi saya. Oleh teman-teman, saya disebut-sebut akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di provinsi dengan daerah pemilihan Kampar. Sebab, saya memang memiliki darah Kampar, meskipun saya lahir dan dibesarkan hingga tamat SMP di Natuna.

Nah, oleh ketua umum parpol tersebut, saya memang dijanjikan untuk mendapat akses. Karenanya, di sela-sela kesibukan saya sebagai jurnalis/wartawan, saya sempatkan berkiprah di kegiatan kepartaian. Tercatat, tahun 2006 yang lalu, saya menjadi ketua panitia halal bi halal partai tersebut. Bahkan, ketika hari Raya Kurban pun saya didapuk menjadi salah satu ketua di kepanitiaan partai.

Read the rest of this entry »

Istri Wisuda, "Utang" Lepas

Ini sebuah kisah ringan seputar janji “bayar utang” ke mertua. Dulu, ketika mengajak istri menikah tahun 2000, waktu itu statusnya adalah mahasiswi semester akhir DIII Akuntansi Universitas Riau (Unri). Karena keinginan menikah begitu kuat, sebab usia juga sudah jalan kepala tiga dan sudah memiliki pekerjaan tetap di Riau Pos Pekanbaru, selain yang paling penting, almarhumah ibu saya waktu itu sedang sakit keras dan minta anaknya cepat menikah, akhirnya saya nekad melamar ke orang tua istri saya di Tanjungpinang.

Read the rest of this entry »